Tes Saliva Akan Segera Menggantikan Tes Darah

Tes Saliva Akan Segera Menggantikan Tes Darah

Satu hari nantinya, pasien cukup menyimpan air liur serta tidaklah perlu di ambil darahnya dengan jarum suntik, manfaat dikerjakan beragam tes untuk kanker, penyakit jantung atau diabetes. Langkah maju itu bisa terwujud karena usaha riset proteom saliva secara detail yang sudah dikerjakan oleh paduan 3 tim peneliti. Menukar pengambilan darah dengan tes saliva juga akan mempermudah dokter buat diagnosis, memonitor dampaktivitas penyembuhan, berbentuk non invasif dengan cost yang lebih murah.Toko Herbal

Kontrol proteomik untuk diagnostik saliva adalah usaha manfaat membuat pemetaan awal untuk protein manusia. Pemilihan jalur protein dengan pas disuatu sekala komprehensif sangat mungkin dikembangkannya tes diagnostik awal serta pengembangan obat dengan lebih pas.
Dalam studi yang di pimpin oleh Dr. James E. Melvin dari University of Rochester Medical Center, beberapa peneliti menganalisa satu seri protein dengan komplit yang disekresi oleh kelenjar saliva mayor (kelenjar parotis, submandibula serta sublingual). Usaha sama untuk memetakan proteom plasma serta air mata berguna juga untuk memperbandingkan bagaimana protein berbentuk serupa atau unik pada beragam cairan badan. Studi terdahulu sudah memberitahukan kalau protein protein saliva bisa mengobati penyakit mulut, memperkeras nada, menumbuhkan papilla lidah dan membunuh bakteri serta virus. Dapat dibuktikan kalau protein saliva bisa jadikan alat baru untuk mendiagnosis penyakit yang berlangsung pada organ organ yang dengan mungkin lebih gampang dimonitor lewat saliva di banding darah.

Dulu saliva didefinisikan jadi cairan yang berada di rongga mulut serta hal semacam ini termasuk juga product sisa pembuangan bakteri, sel mati yang terlepas dari membran mukosa serta kotoran di sela sela gigi. Saat ini arti saliva dibatasi cuma untuk cairan yang disekresi oleh kelenjar saliva (duktus salivarius). Pengertian baru ini lebih pas karna lebih cocok dengan teori yang berkembang saat ini yakni kombinasi protein dalam saliva begitu serupa dengan yang ada pada darah, hingga saliva adalah bahan diagnostik yang mungkin terkecuali darah.
Manfaat buat daftar protein komplit yang ada pada saliva, tim peneliti menggunakan tehnik kompetitif untuk menangkap beberapa besar protein untuk dimasukkan daftar dengan menggunakan cara yang berlainan. Saliva yang dihimpun dari pasien di check dengan tenik spektrometri massa manfaat mengidentifikasi protein berdasar pada massa serta muatannya. Saliva dihimpun dari 23 orang dewasa dengan beragam ras serta pada dua type kelamin. Meskipun jumlahnya kecil, namun seri subyek yang di teliti cukup besar untuk memperoleh daftar basic yang nanti juga akan dibanding di antara subyek sehat dengan individu dengan penyakit paling utama.
Dengan menggunakan tehnik spektrometri massa, sudah diidentifikasi 1. 166 protein dalam saliva kelenjar parotis, submandibula serta sublingual. Akhirnya tunjukkan kalau lebih dari sepertiga protein saliva juga diketemukan dalam proteom darah. Bila protein protein ini dibanding dengan jalur protein serta proteom beda yang telah di kenal, jadi peranan inti protein juga akan sepintas bisa di ketahui. Beberapa protein yang di kenal memiliki peranan pada penyakit Alzheimer, Huntington serta Parkinson, kanker payudara, kolorektal serta pankreas dan diabetes type 1 serta 2. Dengan spesial beberapa besar protein yang diketemukan adalah sisi jalur tanda yang perlu dalam system tanggapan badan yang terkait dengan beragam penyakit.
Pemilihan proteom saliva cuma adalah langkah awal untuk diagnosis serta penyembuhan berbasiskan saliva. Hasil studi ini hasilkan info protein yang perlu serta sudah diaplikasikan dalam tehnologi microarray. Riset yang tengah dikerjakan yaitu membuat bochips serta chips computer dengan taraf nano yang diisi rangkaian protein saliva. Probe protein pada chips bereaksi dengan contoh saliva. Umpamanya contoh saliva seseorang pasien kanker oral juga akan memberitahukan pada computer protein protein mana yang diketemukan. Riset ini juga akan dengan dramatik menyebabkan diagnosis serta melakukan perbaikan prognosis karna penyembuhan yang lebih awal. Dapat dibuktikan kalau protein saliva bisa dipakai untuk mendeteksi kanker oral serta infeksi HIV. Mudah-mudahan daftar penyakit yang diketemukan semakin lebih panjang sekali lagi termasuk juga penyakit penyakit yang disebut penyebabnya kematian paling utama sepeti kanker serta penyakit jantung.