Anak Sehat Investasi Masa Depan Bangsa

Anak Sehat Investasi Masa Depan Bangsa

Telah 72 th. bangsa ini merdeka, tetapi mesti kita akui kalau bangsa kita begitu ketinggalan di banding negara-negara beda berdasar pada laporan dari United Nations Development Programme (UNDP), di th. 2005 lantas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia ada di posisi 107 dunia, persis dibawah Palestina yang ada di posisi 106. Negara-negara Asia Tenggara beda bahkan juga jauh meninggalkan…Distributor Herbal

Telah72 th. bangsa ini merdeka, tetapi mesti kita akui kalau bangsa kita begitu ketinggalan di banding negara-negara beda berdasar pada laporan dari United Nations Development Programme (UNDP), di th. 2005 lantas Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia ada di posisi 107 dunia, persis dibawah Palestina yang ada di posisi 106. Negara-negara Asia Tenggara beda bahkan juga jauh meninggalkan Indonesia. Singapura ada di posisi 25, Brunei Darussalam di posisi 30, serta Malaysia di posisi 63. Ke-3 negara itu termasuk high human development.
Di deretan negara-negara medium human development, Thailand menempati posisi 78 lalu Filipina di posisi 90, serta Vietnam di posisi 105. Diantara negara-negara Asia Tenggara cuma dua negara yang menempati posisi dibawah Indonesia yakni posisi 131 untuk Kamboja serta 132 untuk Myanmar.
Mulai sejak th. 1990, IPM dipakai untuk mengukur perubahan orang-orang satu lokasi dengan memerhatikan tiga segi, yakni segi kesehatan atau keinginan hidup, segi pendidikan, serta segi kwalitas hidup.
Tidak disangkal kalau kesehatan yaitu fundamental dalam mensupport segi pendidikan serta segi kwalitas hidup manusia sepenuhnya, dari mulai anak hingga lansia.
Di beda pihak masuk masa milenium ke-3 tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia makin kompleks yang di pengaruhi oleh dinamika perubahan yang berlangsung didalam negeri dan sistem globalisasi dunia yang demikian cepat. Kehidupan di masa depan yang juga akan makin kompleks, dinamis, penuh kesempatan sekalian tantangan itu mesti selekasnya diantisipasi, salah nya ialah dengan menyiapkan sumber daya manusia yang berkwalitas serta siap hadapi tantangan masa depan. Anak yaitu anugerah, karunia serta amanah yg tidak bisa diabaikan, menurut hasil perhitungan BPS (2000) jumlah anak Indonesia umur 0-18 th. telah menjangkau 64 juta anak atau 30% dari jumlah masyarakat Indonesia serta masa depan bangsa juga akan ditetapkan oleh anak-anak kita saat ini.
Perhatian pada kesehatan anak berikut yang perlu jadi prioritas paling utama hingga mereka bisa tumbuh serta berkembang dengan maksimal hingga jadi potensi sumber daya yang mengagumkan di masa depan.
Pengabaian semua usaha pengentasan problem kesehatan, juga akan menghancurkan problem bangsa terlebih pada anak-anak kita yang masih tetap memiliki sebagian masalah kesehatan, salah satunya :

1. Problem gizi
Rendahnya tingkat ekonomi serta pendidikan mengakibatkan sampai sekarang ini problem gizi adalah masalah yang banyak kita peroleh. Di Indonesia minimum ada empat masalah yang seringkali, yakni kurang daya protein (KEP), anemia gizi besi, kekurangan yodium serta kurang vitamin A. KEP adalah problem gizi yang paling banyak berlangsung, dapat dibuktikan dengan banyak diketemukannya anak balita (umur 1-5 th.) pasien KEP berat (marasmus serta kwashiorkor).
Kwashiorkor dikarenakan oleh kekurangan protein serta terkena bayi umur enam bulan serta anak balita. Tengah penyebabnya marasmus yaitu kekurangan kalori serta daya atau tanda kekurangan pangan keseluruhannya (kelaparan).
Menurut kajian ilmiah, kalau 50 persen perubahan kecerdasan anak juga akan berlangsung pada saat umur 0-4 th., masa ini seringkali dimaksud masa golden age (umur emas) yang disebut the point of no return. Perubahan otak tidak dapat diperbaiki apabila mereka kekurangan gizi pada saat ini. Perkembangan fisik serta intelektualitas anak juga akan terganggu. Hal semacam ini mengakibatkan mereka jadi generasi yang hilang, serta negara kehilangan sumber daya manusia yang berkwalitas.
Kondisi riskan gizi pada anak balita serta umur sekolah tidak bisa di pandang remeh, karna menyebabkan karena kelanjutan yang kompleks serta berbuntut pada degradasi kwalitas sumber daya manusia. Hal tersebut karna problem gizi yang kronis pada umur muda juga akan menghalangi laju tumbuh kembang kondisi fisik anak. KEP berkepanjangan buat anak menanggung derita marasmus-kwashiorkor. Kekurangan yodium dalam periode panjang bisa menyebabkan gondok endemik, bahkan juga menyebabkan kretinisme atau cebol.
Anemia zat gizi besi berkelanjutan menghalangi perkembangan fisik, tingkatkan resiko penyakit infeksi, bahkan juga menghalangi kesibukan kognitif serta ketahanan fisik. Karena jelek dari kekurangan gizi ini juga akan tingkatkan jumlah anak dengan tinggi tubuh terhalang, 10 cm lebih pendek dibanding anak sehat berumur sama.
Masalah malnutrisi juga akan menghalangi perubahan kecerdasan yakni mengakibatkan Indonesia kehilangan lebih dari 200 juta angka potensi IQ/th. (30 % dari kesempatan produktivitas).
Pada pasien gizi jelek, susunan beberapa sel badan tidak tumbuh prima. Umpamanya jumlah perkembangan sel otak tidak maximum, terjadinya jantung koroner, dan rusaknya pankreas yang menyebabkan insulin tidak berperan maksimal hingga anak menanggung derita diabetes.

2. Problem penyakit Infeksi
Di negara terbelakang serta yang tengah berkembang seperti Indonesia, di mana kesadaran juga akan kebersihan/personal hygine yang relative masih tetap kurang, jadi masalah penyakit infeksi masih tetap adalah ancaman pada anak kita, baik infeksi akut seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut), Pneumonia (radang paru), Gastroenteritis (Diare) ataupun infeksi kritis seperti Tuberculosis (TBC), Hepatitis, TORCH, HIV dll
Kaitan infeksi serta kurang gizi layaknya seperti lingkaran setan yang sulit ditetapkan, karna keduanya sama-sama berkaitan serta sama-sama memperberat. Keadaan infeksi kronik juga akan mengakibatkan kurang gizi serta keadaan malnutrisi sendiri juga akan memberi efek jelek pada system pertahanan hingga mempermudah terjadinya infeksi.
Berdasar dari keperluan tumbuh kembang anak yang maksimal jadi kita harus fokus kesehatan anak hingga program pendidikan bisa jalan lancar. Untuk tersebut aksi pro aktif yang mencakup preventive serta kurative pada kesehatan anak mesti jadi keperluan primer. Satu diantara aktualisasi dalam aktivitas Preventive yaitu Screening kesehatan anak atau lebih di kenal dengan arti Medical cek up (MCU).
Laboratorium Klinik Pramita yang sudah memiliki pengalaman lebih dari 20 th. juga melayani MCU untuk anak-anak. Faedah yang diperoleh terkecuali lihat keadaan kesehatan pada umumnya dapat juga menolong mendeteksi awal abnormalitas beberapa fungsi organ seperti peranan otak, peranan pendengaran, peranan jantung, peranan paru serta organ beda. MCU berguna juga untuk lihat adakah aspek infeksi baik yang didapat dari luar atau mulai sejak lahir, sekian dapat juga digunakan untuk screening masalah metabolik atau kelainan organik beda. Perlunya deteksi masalah infeksi ini karna sering infeksi berbentuk silent atau laten hingga terkadang tidak manifest, jadi bila terdeteksi dari pertama jadi perlakuan semakin lebih baik serta menghindar terjadinya komplikasi yang lebih kronis.

Tersebut sebagian panel atau parameter yang umum di check dalam aktivitas MCU anak :
a. Panel Anak Sehat
b. Panel Tumbuh Kembang Anak
c. Panel Screening Infeksi

1. Panel Anak Sehat
1. Kontrol Fisik oleh Dokter umum
2. Kontrol EKG
3. Kontrol Rontgen Thorax
4. Kontrol Laboratorium :
Darah Komplit
Kelompok Darah
Kimia Darah :
Peranan Hati (SGOT, SGPT)
Peranan Ginjal (Ureum, Kreatinin)
Lipid Profile (Cholesterol Keseluruhan)
Metabolisme Karbohidrat (Gula Darah Puasa serta 2 Jam sesudah makan)
Urine Komplit
Faeces Komplit

2. Panel Tumbuh kembang Anak
1. Kontrol Fisik oleh Dokter umum
2. Kontrol EKG
3. Kontrol Echocardiography
4. Kontrol Rontgen Thorax
5. Kontrol EEG
6. Kontrol BERA (Uji Saraf pendengaran)
7. Kontrol Laboratorium :
Darah Komplit
Kelompok Darah
Hb Elektrophoresis
Morfologi darah tepi
PTT – APTT
Kimia Darah :
Peranan Hati (SGOT, SGPT, Bilirubin, Alkali Phospatase, Albumin, Globulin)
Peranan Ginjal (Ureum, Kreatinin)
Lipid Profile (Cholesterol Keseluruhan)
Metabolisme Karbohidrat (Gula Darah Puasa serta 2 Jam sesudah makan)
Free T3, Free T4 & TSHs
Urine Komplit
Faeces Komplit

3. Panel Deteksi Infeksi Anak
1. Kontrol Fisik oleh Dokter umum
2. Kontrol EKG
3. Kontrol Rontgen Thorax
4. Kontrol PPD Test (Test Mantoux)
5. Kontrol Laboratorium :
Darah Komplit
Kelompok Darah
Kimia Darah :
Peranan Hati (SGOT, SGPT)
Peranan Ginjal (Ureum, Kreatinin)
Urine Komplit