Memilih Permainan Anak 2 Tahun Itu Seperti Apa Ya?

Ibu bisa temukan banyak sekali jenis permainan anak 2 tahun. Ada juga kategorinya. Ada kategori permainan individu dan kelompok. Kedua kategori tersebut tentu saja baik untuk ibu pilih. Namun, jangan terburu-buru. Ada baiknya dengarkan dulu masukan dari psikolog anak mengenai jenis permainan yang disarankan untuk dimainkan anak usia 2 tahun.

Jenis Permainan Untuk Anak 2 Tahun

Ada banyak sekali jenis permainan anak usia 2 tahun. Akan tetapi, setidaknya ibu sebagai orang tua harus tahu 5 jenis permainan berikut ini.

  1. Permainan Fantasi

Ibu tahu mengapa anak sering bercerita sendiri? Pada dasarnya, itu adalah cara si kecil berekspresi sekaligus belajar bicara. Karena pada usia 2 tahun, ia sedang mulai belajar bicara dan memperkaya kosakata.

Namun, ada satu hal yang aneh menurut orang awam. Mengapa anak sering bercerita sendiri? Bagi orang dewasa, itu hal yang aneh. Namun tidak bagi balita 2 tahun. Saat ia bercerita sendiri, ia sedang berfantasi. Ia membayangkan ada seseorang yang ia ajak bicara.

Dalam hal ini, ibu harus tahu semakin tinggi fantasi anak, itu menujukkan kecerdasannya tinggi. Jadi, biarkan anak berfantasi. Justru akan lebih baik jika ibu memberikan permainan yang membuatnya lebih mudah berfantasi. Contoh sederhana saja, ibu bisa belikan alat dokter-dokteran, anak masak memasak, atau apa saja yang membuat anak bermain dengan angan-angannya.

  1. Permainan Imitative

Imitative artinya mencontoh atau menjiplak. Banyak jenis permainan untuk anak 2 tahun yang sifatnya imitative. Contohnya saja menari dan bernyanyi.

Bagi anak kecil, imitative ini langkah agar anak suatu saat nanti bisa memiliki sisi kreatif. Ibu harus tahu tidak ada orang yang tiba-tiba kreatif. Pasti ada sisi di mana ia mulai belajar untuk kreatif. Dan awalnya ia sebenarnya lebih sering meniru atau melakukan imitasi. Dengan membiarkan anak sering melakukan imitasi, diharapkan ketika dewasa nanti ia akan mengubah hal-hal yang ia imitasi tersebut sehingga menjadi berbeda. Itulah masa di mana sisi kreatif anak akan muncul.

Dan satu catatan lagi yang harus ibu ketahui. Memiliki anak pandai itu mudah. Asalkan ibu menyekolahkan anak di sekolah yang terbaik, sudah bisa dipastikan anak tahu banyak hal. Anak menjadi pandai. Namun, sulitnya bukan main untuk mencetak anak yang kreatif. Dibutuhkan stimulus yang tepat. Salah satunya dengan memberikan permainan balita 2 tahun berupa media menggambar, seperti kertas, pensil warna, dan lain sebagainya. Sediakan satu buku yang berisikan gambar-gambar menarik. Biarkan anak menirukan gambar tersebut sekalipun hasilnya sangat jauh dari kata sempurna.

  1. Permainan Kooperatif

Ini jenis permainan anak usia 2 tahun yang sangat amat penting. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadarinya. Mereka justru membuat anak tidak terbiasa untuk kooperatif atau bekerjasama. Lihat saja lebih banyak mana anak yang main gadget dengan anak yang bermain di lapangan bersama-sama? Bahkan, tidak jarang saat anak berkumpul mereka bermain gadget sendiri. Ini jelas kesalahan orang tua yang terlalu dini memberikan gadget.

Permainan kooperatif merupakan permainan yang membuat anak bisa bekerjasama dengan teman lainnya. Contohnya saja permainan bola, menyusun balok bersama, dan lain sebagainya.

Bagi ibu yang memiliki anak yang menginjak usia hampir 3 tahun, anak harus sudah bisa terbiasa untuk bersosialisasi dengan anak-anak yang lain. Apalagi anak sebentar lagi masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Harus dipastikan kemampuan sosialisasi anak harus baik. Dan hal tersebut bisa dilakukan ketika anak sudah terbiasa memainkan permainan untuk balita 2 tahun yang bersifat kooperatif.

  1. Permainan Fisik

Bermain bola, berlari, naik sepeda, serta memasak adalah jenis permainan fisik. Berbeda dengan bermain game online. Permainan fisik adalah permainan yang melibatkan gerak motorik kasar maupun halus. Ini gerakan yang harus dilatih. Seperti yang dijelaskan oleh pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com, jelas sekali betapa penting anak untuk bergerak. Hal ini disebabkan permainan fisik seperti itu bisa memaksimalkan perkembangan anak.

  1. Permainan Soliter

Memang ada permainan yang hanya bisa dimainkan oleh anak sendirian. Tentu tidak mungkin anak sekali bermain bersama teman-temannya, kan? Ada kalahnya anak harus bermain sendiri di rumah. Contohnya saja ketika sedang hujan. Tentu ibu harus mengkondisikan agar anak tetap berada di dalam rumah. Maka dari itu, siapkan jenis permainan anak 2 tahun soliter. Contohnya saja menggambar, mewarnai, menulis, memasang balok sendiri, dan lain sebagainya. Permainan itu bisa dimainkan di dalam rumah tanpa harus melibatnya teman-teman yang lain.

Jadi, permainan mana yang sudah dan belum ibu berikan untuk si kecil?

Permainan Tidak Harus Mencerdaskan

Ada istilah permainan edukatif. Konotasinya, permainan tersebut pasti membuat anak pintar.

Sayangnya, pintar itu tidak segalanya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, anak juga harus kretif. Ini tidak sama dengan pintar.

Yang lebih penting lagi, anak harus sehat. Maka dari itu, permainan yang sangat disarankan oleh psikolog anak adalah permainan fisik. Anak harus bergerak karena pada usia 2 tahun gerakan anak harus lebih optimal. Ini berkaitan dengan motorik kasar dan halus anak.

Jadi, permainan edukatif tidak hanya sebatas permainan yang membuat anak pintar. Lebih dari itu, anak harus kreatif dan sehat. Bukankah itu yang ibu inginkan? Maka dari itu, segera dapatkan jenis permainan anak 2 tahun yang baik dimainkan oleh sang buah hati.