Memilih PAUD Ternyata Tidak Mudah Lho

Banyak orang tua yang terlalu serius ketika memilih PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Mereka ingin memastikan sang buah hati mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Tentu hal tersebut tidak salah. Sayangnya, terkadang saking seriusnya, pandangan atau persepsi orang tua ketika memilih sekolah untuk anak menjadi kurang obyektif. Contohnya saja memilih berdasarkan kurikulum. Tentu sangat menggiurkan ketika mendengar anak teman sekolah di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini dan pintar mengaji atau membaca. Dan ini sering menjadi pertimbangan utama.

Ibu juga boleh memilih sekolah PAUD berdasarkan kurikulum yang diterapkan. Namun, tidak seharusnya kurikulum dijadikan satu-satunya pertimbangan. Ada hal lain yang juga penting untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Menimbang-Nimbang Saat Memilih PAUD

Selain kurikulum, ada hal yang sering luput untuk dijadikan bahan pertimbangan.

  1. Situasi Sekolah

Apakah lingkungan sekolah aman? Apakah ada gerbang yang membuat anak pasti aman dan tidak lari ke luar area sekolah? Bagaimana kondisi ruangan kelas? Apakah ruangan sejuk atau lembab?

Dan banyak lagi pertanyaan yang harus ibu cari sebelum memutuskan memilih lembaga pendidikan anak usia dini. Tentu sangat tidak mungkin anak bisa pintar jika kondisi lingkungan sekolah tidak mendukung. Maka dari itu, cek dulu lokasi sekolah. Kemudian pulang ke rumah dan pikir lagi apakah situasi sekolah bersih, aman, dan sehat.

  1. Tenaga Pengajar

Bagaimana kurikulumnya, pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya jika tenaga pengajarnya tidak qualified. Tentu berkualitas atau tidaknya seorang guru tidak hanya ditentukan oleh ijasah yang mereka miliki. Pengalaman mengajar serta kemampuan mereka dalam mengajar menjadi hal yang lebih berpengaruh dibandingkan dari mana sertifikat mengajar mereka dapatkan.

Sayangnya, sangat sulit untuk menilai tenaga pengajar. Maka dari itu, banyak orang tua yang melakukan survey kecil-kecilan terlebih dahulu. Ibu bisa coba tanya kepada teman, saudara, atau kenalan yang anaknya sekolah di PAUD. Ibu juga bisa bertanya kepada anaknya secara langsung apakah ia suka sekolah di PAUD tersebut atau tidak. Jika ia suka diajar oleh pengajar di sana, maka bisa dipastikan tenaga pengajar memiliki kemampuan mengajar yang tidak perlu diragukan lagi.

  1. Jumlah Anak Dalam Satu Kelas

Terkadang, ada lho sekolah yang overload. Di dalam satu kelas, terdapat lebih dari 20 anak. Bahkan, ada satu kelas yang terdiri dari 30 anak. Tentu ini kondisi yang kurang bagus. Bagaimanapun juga, anak PAUD membutuhkan pengawasan ekstra ketat. Mana mungkin satu guru bisa mengawasi 30 anak dalam satu kelas?

Ada baiknya ibu mencari PAUD yang sudah mematok di dalam satu kelas hanya terdapat sekitar 10-15 anak saja. Memang terkadang biaya sedikit lebih mahal. Namun, kalau berbicara tentang pendidikan, tentu ibu tidak mau setengah-setengah, bukan?

  1. Mengajak Anak Untuk Memilih Sendiri

Jangan salah ya bu. Meskipun si kecil masih berusia 3 atau 3,5 tahun, ia sudah bisa memilih. Setidaknya ia sudah bisa merasakan apakah ia nyaman atau tidak.

Maka dari itu, sebaiknya ibu ajak si kecil untuk memilih sendiri. Ajak anak untuk mengunjungi beberapa sekolah sambil ibu bertanya kepada pengelola sekolah PAUD mengenai biaya perbulan, fasilitas, kurikulum, dan lain sebagainya. Ibu juga perhatikan bagaimana respon anak. Ibu bisa biarkan anak bermain di sekolah yang ibu kunjungi. Jika ia terlihat nyaman dan senang, mungkin itu adalah sekolah yang terbaik untuk sang buah hati. Setidaknya, anak akan dengan senang hati mau berangkah ke sekolah setiap pagi.

Jadi, memilih sekolah PAUD itu tidak hanya berdasarkan kurikulum saja ya bu.

Apa Pentingnya Anak Belajar di PAUD

Banyak orang tua yang merasa tidak perlu memasukkan anak ke PAUD. Tunggu saja hingga usianya 4 tahun, Ia bisa langsung masuk ke TK atau Taman Kanak-Kanak. Semoga ibu tidak memiliki anggapan yang sama seperti itu.

Harus dipahami apa fungsi dari PAUD. Ini bukan lembaga pendidikan yang bisa membuat anak cerdas lebih cepat. Bukan itu tujuan PAUD. Ini merupakan sekolah yang mengajarkan anak bagaimana bersosialisasi dengan teman-teman yang lainnya. Bisa dikatakan ini adalah sekolah persiapan. Setidaknya, ketika anak sudah sekolah di PAUD, ia tidak lagi takut dan canggung saat sudah sekolah di TK dan juga SD.

Oleh sebab itu, kurikulum yang ditetapkan di PAUD itu kurikulum bermain bersama. Seorang guru PAUD mengajarkan bagaimana anak sudah mulai berani, percaya diri, dan bisa bersosialisasi dengan teman-teman yang lainnya.

Pada intinya, PAUD itu sebuah lingkungan sekolah yang bisa membuat anak belajar beradaptasi secara sosial. Jadi, apakah menurut ibu PAUD itu tidak penting?

Banyak kasus terjadi di mana anak tidak mau masuk sekolah TK. Ia malu, takut, dan lain sebagainya. Akhirnya, orang tua harus menemani anak di sekolah. Tentu ini kurang bagus untuk tumbuh kembang anak.

Maka dari itu, agar anak memiliki keberanian, ibu harus sekolahkan anak di PAUD. Pilihkan lembaga pendidikan anak usia dini yang terbaik sesuai dengan kriteria yang sudah dijelaskan sebelumnya. Terkadang, biaya untuk PAUD memang jauh lebih mahal dibandingkan dengan TK atau bahkan SD. Itu memang wajar. Pasalnya, tenaga pengajar harus ekstra sabar mendidik anak yang bisa dikatakan masih sangat kecil. Apalagi terkadang ada anak yang masih pipis atau buang air besar di celana. Ada juga anak yang menangis setiap kali bermain di dalam kelas. Maka dari itu, ibu harus pastikan PAUD yang ibu pilih merupakan yang terbaik untuk sang buah hati.