perkembangan janin

Manfaat Minum Susu Untuk Perkembangan Janin Dan Bayi Di Masa Mendatang

Kehamilan, suatu anugrah yang buat pasangan bersuka cita. Hadirnya calon buah hati, sudah bisa timbulkan harapan lengkapnya rumah tangga nanti. Di saat bersamaan rasa waspada turut muncul bila mengingat tanggung jawab monitor perkembangan janin, termasuk memastikan asupan gizi ibunda terpenuhi. Wajar saja, sebagai mahluk hidup, reproduksi merupakan bagian hidup yang cukup penting, sebagai media penerus keturunan.

Elemen sehat di Indonesia biasa disingkat 4 sehat 5 sempurna. Bagi yang belum ingat, 4 sehat 5 sempurna adalah singkatan untuk lauk pauk, sayur, buah, nasi (4 sehat), dan susu (5 sempurna). Alasan mengapa susu masuk kategori pelengkap, karena memang kandungan susu bisa dibilang ada di beragam komponen 4 sehat, namun tetap saja dalam fungsi yang berbeda, termasuk konsumsi di kala perempuan berbadan dua.

Hadirnya susu kehamilan di pasaran kadang timbulkan pertanyaan. Kenapa, sih, perusaahaan begitu berani ambil resiko menjual susu, apalagi spesifik sekali untuk perkembangan calon buah hati. Tentu saja, semua langkah ‘pedagang’ punya makna tersendiri, berbasis penelitian manfaat susu kehamilan untuk janin.

Basis dari produk susu untuk ibu hamil yang beredar di pasaran tentu saja susu sapi. Mana lagi, sumber susu yang memang paling oke untuk dikonsumsi? Sapi sangat mudah diternakkan di tanah Indonesia, dan rasa susunya cukup enak. Bukan berarti, susu jenis lain sangat jelek, hanya saja jenis susu yang paling konvensional dan umum memang susu yang berasal dari hewan yang identik dengan corak hitam putih ini.

Dasar kandungan susu sapi menarik minat banyak peneliti. Bagaimana tidak? Sejak jaman nenek moyang, susu sudah jadi bahan konsumsi. Sejarah mencatat, kira-kira tujuh ribu lima ratus tahun silam, susu pertama kali muncul di Romania. Pada jaman tersebut, susu umumnya berasal dari kambing, dan diolah dalam bentuk mentega dan keju. Melihat trend, susu tergolong makanan yang cukup awet, dengan popularitas yang nyaris tak pernah turun.

Pertanyaan yang mungkin muncul di kalangan bunda yang sedang mengharapkan adalah lantas apa hubungan susu dengan kehamilan?

Banyak orang mencari tahu makanan terbaik untuk memastikan buah hati lahir dalam kondisi sehat. Anggapan bahwa sehat sama dengan mahal, mempersempit kreativitas diri untuk mencari alternatif murah namun rutin seperti minum susu setiap harinya. Bayangkan saja, kandungan susu sapi yang biasa sudah mencangkup 3 pilar pertumbuhan manusia di usia berapapun yakni vitamin D, Kalsium, dan protein. perkembangan janin

Kalsium, pasti sudah tak asing di telinga. Memang, iklan susu biasanya mengedepankan kalsium seolah inilah bintang kandungan susu. Embel-embel anak tumbuh tinggi, dengan tulang kuat nan sehat tak bosan disampaikan. Apakah semuanya kebohongan belaka, tentu tidak.

Fungsi utama kalsium adalah menjaga pertumbuhan tulang dalam kondisi prima. Ingat, seluruh tubuh manusia ditopang oleh kerangka tulang. Ketika tulang mendapat masalah, sudah dapat dipastikan bahwa aktivitas gerak akan terhambat atau malah tak bisa bergerak sama sekali. Beberapa penyakit mengerikan seperti tulang gampang patah, atau kelainan bentuk ternyata berasal dari kekurangan kalsium.

2 kepala jauh lebih baik dari 1. 2 heads is a better than one.

Kutipan yang cukup terkenal hingga termasuk kategori lagu. Kalsium tidak pernah bekerja sendiri. Faktanya, ada 1 kandungan penting yang membuat kalsium bisa diserap dengan baik oleh tubuh. Pasangan yang seolah ditakdirkan hanya untuk protein biasa dikenal dengan vitamin D.

Vitamin D sangat sulit dijumpai dalam makanan, ini yang menyebabkan vitamin satu ini sangat jarang. Hanya sinar matahari dalam waktu terbatas yang mampu berikan vitamin D. Hanya saja, susu lebih efisien di era modern yang serba polusi.

Tinggi tubuh manusia sangat tergantung pada kerja sama antar kalsium, dan vitamin D. Combo kandungan susu inilah yang faktanya membantu pertumbuhan calon buah hati bahkan ketika dirinya beranjak dewasa. Sekelompok ilmuan sampai berdedikasi hanya untuk meneliti hubungan antar susu dengan pertumbuhan bayi. Kesimpulan yang diperoleh adalah bunda yang rajin minum susu cenderung punya anak lebih tinggi dibanding mereka yang jarang menyentuh susu.

European Journal of clinical nutrition berhasil mendokumentasikan hasil penelitian seputar hubungan antar tinggi bayi kelak dengan kadar susu. Berita baiknya, bahkan efek susu tidak hanya berhenti pada hari persalinan. Menurut hasil tracking atau pengamatan hingga bayi tumbuh dewasa, kandungan susu yang diminum bunda turut serta dalam proses tumbuh tingginya.

Kalsium dan vitamin D, sebetulnya tak akan bisa buat tubuh tinggi kalau tidak ada fungsi yang terakhir yakni protein. Ya, kandungan yang biasa ditemukan pada telur ini ternyata memegang peranan yang tak kalah penting. Bagaimana tidak?

Setiap kandungan punya tanggung jawab masing-masing, tak terkecuali protein. Banyak ahli medis menyarankan untuk selalu perhatikan kandungan protein bukan tanpa alasan. Protein merupakan penanggung jawab utama pembaharuan dan pembentukan sel tubuh.

Badan manusia terdiri dari kumpulan-kumpulan sel yang ditopang oleh kerangka tulang. Tanpa adanya sel, otot dan organ tak akan terbentuk, dan manusia hanya pajangan saja, layaknya media tengkorak yang ada di sekolah. Perhatian khusus terhadap protein tentu patut diberikan, mengingat kedua kandungan lain sudah cukup memberikan kontribusi.

Kandungan-kandungan susu yang telah dijelaskan sebetulnya masih sangat dasar. Ada ragam nutrisi lain yang harus diperoleh bunda. Tak heran, produk susu ibu mengandung yang bertujuan membantu perkembangan janin beredar luas di pasaran, siap diborong demi masa depan buah hati.