perkembangan janin

Luruskan Topik Diskusi Kesehatan Ibu Hamil ‘Panas’ Secara Ilmiah

Kondisi tubuh perempuan mengandung bisa dibilang sangat penting melebihi aspek lain dalam kehamilan. Mengingat janin adalah mahluk lemah yang hanya mampu bergantung pada ibunda, tentu faktor kondisi tubuh optimal perlu diperhatikan. Tak jarang, kasih sayang yang besar sampai memicu diskusi kesehatan ibu hamil yang cukup ‘panas’ tanpa henti di forum ibu hamil.

Rasa sayang memang bagus, hanya saja terkadang disertai rasa panik tanpa alasan. Terlebih jika ada sesama perempuan menyampaikan cerita masalah selama hamil atau kegagalan di kandungan sebelumnya. Hal ini bisa timbulkan ragam konspirasi tanpa fondasi yang justru berbahaya saat di praktekkan atau minimal ganggu ketenangan psikologis bunda.

Ilmiah merupakan jenis ilmu yang disenggelarakan demi temukan fakta dibalik suatu kejadian. Kesadaran akan segala sesuatu pasti berhubungan dan berdasar membuat segala sesuatu berlaber ilmiah bisa di pertanggung jawabkan. Daripada adu mulut dengan sesama perempuan karena dipicu rasa panic, lebih baik membahas kebenaran kabar burung dibalik masalah kehamilan.

  1. Obat atau tanpa obat
    Dua perempuan sesama lahiran secara normal, dengan berat badan bayi dan kondisi tubuh segar bugar. Lokasi bersalin dan dokter yang menangani sama persis tidak jauh berbeda. Satu-satunya hal yang memicu perdebatan di kalangan bunda yang sedang tunggu hari-H adalah lebih baik pakai obat atau tidak?

    Obat yang dimadsud disini adalah Epidural Anestesia, biasa disingkat EA. Sama dengan embel-embel Anestesia, fungsi utamanya adalah minimalisir rasa sakit pasien. Biasa digunakan untuk operasi berat yang membutuhkan banyak sayatan sehingga obat anti rasa sakit seperti anestesia digunanakan. Namun, EA punya fitur tersendiri dan hanya digunakan saat bersalin.

    Epidural Anestesia membuat pasien tidak akan merasa sakit tapi tetap sadar. Pendek kata, pasien akan seperti zombie, meski bukan berarti tidak mampu berpikir. Dengan pemakaian EA, masa persalinan diharap lebih mudah dan tidak terlalu menyakitkan. Siapa sangka bahwa opsi memudahkan bisa sebabkan perbincangan panjang?

    Namanya juga obat, pastilah epidural anestesia punya efek samping. Beberapa bunda temukan tekanan darah menurun, disertai rasa malas pada bayi kala menyusui. Tentu saja, bunda bisa tanyakan lebih lanjut pada ahlinya. Paling penting, tidak perlu berdebat lagi mengenai pilihan memakai obat atau tidak ketika bicara seputar persalinan.

  2. Bunda harus berhenti dari pekerjaan
    Wanita karir bukan mahluk langka di era modern. Bahkan, tuntutan ekonomi yang terus bertambah kian menuntut perempuan untuk tidak diam di rumah. Sayangnya, meski butuh sekalipun, banyak orang seolah ‘menodong’ seorang ibu untuk berhenti dari pekerjaannya.

    Kapasitas tubuh manusia memang beragam, sehingga jangan samakan satu perempuan dengan yang lain. Apabila seseorang merasa kuat dan mampu untuk tetap bekerja selama hamil maka keputusan ada di tangan bunda. Selama kondisi tubuh perempuan mengandung divonis mampu untuk bangun setiap pagi dan aktivitas maka tidak ada salahnya untuk bekerja mencari uang.

  3. Perlu dengarkan musik klasik
    Industri musik seolah tidak ada matinya. Alunan nada merdu nan teratur sungguh menyejukkan hati siapa saja yang mendengarnya. Beredar kabar pula bahwa bayi akan terlahir cerdas kalau sering dipedengarkan musik. Tak ayal, banyak bunda memburu lagu untuk bayi terutama genre klasik yang konon akan picu optimalisasi tumbuh kembang otak.

    Penelitian membuktikkan memang benar janin bisa mendengar suara eksternal pada usia kehamilan tertentu, lebih tepatnya tiga puluh tiga minggu. Memang, memanfaatkan momen untuk maksimalisasi perkembangan janin tidaklah buruk. Hal yang sering menjadi topik adalah tipe musik yang dinyalakan dekat janin, terutama persoalan genre klasik.

    Bagi pembaca yang gemar musik di luar klasik, mungkin terpikiran untuk memperdengarkan musik rock atau metal. Berita baiknya, belum ada penelitian konkrit yang menunjukkan adanya hubungan rusak karakter anak dengan memperdengarkan suara keras di kala masih mengandung. Namun demi mendukung perkembangan janin, tidak selalu musik jadi pilihan.

    Suara lembut bunda ayah sudah sangat cukup membantu janin berkembang. Pada dasarnya anak akan dekatkan diri pada suara yang sudah dikenal sejak lahir. Apabila musik adalah satu-satunya yang masuk ke telinga selama dalam kandungan dapat dipastikan respon musik jauh lebih tinggi dibanding terhadap orang tua. Pada akhirnya, hubungan harmonis antar anak dan orang tua akan ciptakan kemudahan dari segi akademis.

  4. Bunda harus makan banyak
    Mual dan muntah biasa terjadi di kalangan perempuan mengandung trimester pertama. Rasanya tidak aneh apabila perempuan mengeluh kepala terasa pening disertai rasa sakit di beragam bagian tubuh. Penderitaan kian bertubi-tubi ketika saran bunda harus memaksakan diri untuk makan terus membebani kepala.

    Namanya mual dan muntah, mau makan apapun juga percuma. Ibarat mengisi objek dalam kotak bolong di kedua sisi, nutrisi yang sudah susah payah dimakan hanya akan berbuah sia-sia. Jangan sampai, hanya karena perkataan orang yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, kehamilan justru rusak.

    Penelitian menunjukkan makan sedikit namun sering adalah kunci mengatasi morning sickness alias mual dan muntah saat ibu hamil. Resikonya, kadang asupan gizi dan nutrisi memang tidak terpenuhi optimal terlebih saat bunda tidak punya ilmu apapun dalam menakar makanan. Berbicara dengan konsultan gizi dapat memakan biaya yang tidak sedikit. Di saat ragu, cobalah mencari susu ibu hamil dengan kandungan yang secara umum diberi acungan jempol pada mayoritas diskusi kesehatan ibu hamil.(HN)