Bayi Lahir Prematur

Kenali Penyebab Bayi Lahir Prematur

Setiap Ibu pasti mendambakan kehamilan yang sehat, tidak bermasalah serta bayi lahir dengan selamat dan juga sehat. Akan tetapi, banyak hal yang dalam masa kehamilan atau karena riwayat tertentu yang mengganggu proses kehamilan Ibu sehingga menyebabkan keadaan untuk melahirkan bayi prematur. Dalam ilmu medis, prematur dibagi menjadi tiga galongan.

Berikut penjelasan mengenai seluk beluk bayi prematur sesuai waktu kelahiran adalah sebagai berikut :

  1. Late preterm : yakni bayi yang lahir di minggu ke 34 sampai dengan 37 minggu (sembilan bulan kehamilan).
  2. Very preterm : yakni bayi yang lahir kurang dari 32 minggu (memasuki delapan bulan kehamilan).
  3. Extremely preterm : yakni bayi yang lahir dalam usia kehamilan kurang dari 25 minggu (memasuki usia tujuh bulan kehamilan).

Ada baiknya Ibu mengenali penyebab bayi prematur sejak awal kehamilan. Beberapa penyebab yang dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur seperti :

  1. Tetap mengkonsumsi minuman beralkohol, merokok dan mengkonsumsi obat-obatan selama masa kehamilan berlangsung.
  2. Pada saat kehamilan, Ibu berusia di bawah 16 tahun atau sudah berusia di atas 35 tahun.
  3. Jarak antara kehamilan yang pertama dan yang kedua terbilang dekat yakni dibawah sembilan bulan.
  4. Pernah melahirkan bayi prematur sebelumnya.
  5. Ibu yang memiliki kehamilan kembar.
  6. Ibu yang memiliki infeksi dan peradangan yang terkait seperti infeksi bacterial vaginosis.
  7. Ibu memiliki kondisi penyakit kronis seperti riwayat penyakit diabetes, hipertensi, anemia, asma, peradangan usus besar, penyakit ginjal, lupus, gangguan tiroid, preeklamsia, atau sindrom antifosfolipid dimana antibodi justru menyerang balik sel atau jaringan tubuh yang disebut autoimun.
  8. Keadaan abnormal dibagian leher rahim.
  9. Ibu hamil yang kekurangan gizi.
  10. Stress secara fisik.
  11. Kesehatan mental ibu hamil (mengidap depresi atau trauma).

Setelah memahami penyebabnya, Ibu juga perlu mengetahui beberapa gejala bayi prematur. Beberapa gejala yang umum terjadi sebelum bayi terlahir prematur, yaitu:

  1. Sakit punggung di bagian bawah.
  2. Kontraksi setiap 10 menit.
  3. Kram di bagian perut bawah.
  4. Keluar cairan dari vagina.
  5. Pendarahan di vagina.
  6. Sering mengalami keputihan selama masa kehamilan.
  7. Pinggul terasa tertekan benda kuat.
  8. Mual, muntah atau bahkan diare yang berkepanjangan.

Untuk menghindari Ibu melahirkan bayi prematur, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan seperti:

  • Menjaga berat badan selama kehamilan

Ibu hamil dipastikan akan bertambah bobot tubuhnya seiring dengan bertambahnya usia kehamilan, akan tetapi ada juga yang karena kondisi tertentu, malah menjadi lebih kurus saat sedang hamil yakni menjaga agar berat badan tetap sesuai dengan berat badan yang proporsional, tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus.

  • Menjaga kebersihan saat hamil

Ibu hamil harus tetap menjaga kebersihan diri terutama kebersihan gigi dan mulut. Karena gigi yang berlubang dan infeksi juga menjadi salah satu pemicu bayi lahir prematur.

  • Selalu menyempatkan diri untuk sarapan.

Sebagai Ibu yang sedang hamil, patut untuk menjaga asupan makanan untuk Ibu dan bayi yang dikandung. Sarapan sebagai sumber tenaga untuk memulai kegiatan sehari-hari dan juga untuk menjaga Ibu dari penyakit lambung atau maag.

  • Melakukan vaksin.

Ibu hamil rentan terkena virus dikarenakan sistem kekebalan tubuh yang berkurang. Untuk menjaga Ibu hamil tetap dalam kondisi sehat dan fit, selain asupan nutrisi yang harus dijaga, Ibu hamil juga perlu membentengi pertahanan tubuh dengan melakukan suntik vaksin yang memang dikhususkan untuk Ibu hamil.

Kehamilan merupakan suatu kejadian yang membahagiakan, namun seorang Ibu hamil harus berhati-hati dalam menjaga kandungannya. Fisik, mental dan emosi Ibu sangat    mempengaruhi tumbuh kembang janin dalam rahimnya. Dukungan Ayah dan keluarga lainnya diperlukan agar Ibu dapat melalui masa kehamilan dengan sehat dan bahagia.