bubur-bayi-6-bulan

Bahan Menu Makanan Bayi 6 Bulan Anti Alergi

Alergi, musuh terbesar ayah bunda selama masa kecil anak. Pasalnya, anak yang mudah alergi tidak hanya tidak mengenakkan hati, namun perawatannya cukup sulit. Orang tua manapun pasti tahu betapa mengiris hati suara tangisan anak, atau mungkin ketika harus memaksa buah hati minum obat. Terlebih bila anak baru memasuki masa pengenalan menu makanan bayi 6 bulan.

Usia 6 bulan cenderung dihiasi dengan nafsu makan si kecil tidak puas dengan air susu ibu. Rasanya, sudah tiba saatnya orang tua mulai memperkenalkan makanan di luar air susu bunda atau biasa dikenal dengan sebutan makanan pendamping air susu ibu (mpasi). Meski makanan pendamping bertujuan membuat badan lebih sehat dan bugar, terkadang permasalahan alergi muncul karena pemilihan bubur yang keliru.

Mencegah tentu jauh lebih baik dibanding mengobati. Ternyata, sebagian besar alergi ditemukan saat tubuh bayi bersentuhan dengan bahan tidak dikenal. Inilah kenapa, pemilihan bahan makanan bayi 6 bulan wajib dilakukan dengan hati-hati supaya tidak terjadi kesalahan. Jangan sampai, niat baik ayah bunda berbuah malapetaka hanya karena salah bahan. Untung saja, ilmu kesehatan jaman sekarang berhasil menemukan sayuran atau buah apa saja yang aman untuk dikonsumsi. Apa sajakah?

  • Apel

“Satu buah apel menjauhkan dokter” rasanya kutipan tersebut tidak hanya isapan jempol belaka. Tak dapat dipungkiri, nutrisi dan vitamin dalam apel memang patut diacungi jempol. Kendati demikian, alasan terkuat memilih apel sebagai bahan makanan adalah kandungannya yang nyaris tidak pernah menimbulkan reaksi tak diinginkan pada bayi.

  • Alpukat

Rasa alpukat yang pahit, dengan tektur kental dan creamy rasanya tidak asing di lidah. Yah, aneh rasanya bila warga Indonesia minimal tidak pernah mendengar mengenai buah alpukat. Pasalnya, tiap kali masuk restoran, jus alpukat seolah jadi menu wajib di berbagai acara. Alasanya, selain rasanya enak, alpukat tergolong makanan beresiko rendah bahkan untuk bayi sekalipun.

  • Wortel

Wortel biasa dikenal akan kandungan vitamin A. Meski status wortel adalah sayur, sebetulnya ada banyak potensi terpendam. Negara barat, kerap membuat wortel dalam bentuk kue untuk diberikan pada anak-anak. Mengapa? Selain kandungannya yang bermanfaat, wortel sangat aman dikonsumsi bayi sampai orang dewasa.

  • Kembang kol

Bentuknya memang tidak menarik, walaupun dalam dunia kuliner, kembang kol terbilang luar biasa. Mulai dari sekedar pembungkus bahan makanan, hingga bahan utama, kembang kol berperan dengan sangat baik. Bagi bayi, kembang kol merupakan sayuran bersahabat yang aman dari alergi.

  • Ayam

Restoran cepat saji dengan menu utama ayam sepertinya tak perlu lagi khawatir masalah kesehatan. Ya, secara ilmiah ayam tidak mengandung bahan apapun yang bisa memicu alergi. Kecuali tentu saja bila bahan pendukung masakan ayam yang memicu reaksi tubuh, tentu beda lagi ceritanya. Namun, secara keseluruhan nyaris tidak ada kasus anak terserang alergi usai konsumsi ayam.

  • Kurma

Buah asal arab ini ternyata mengandung banyak vitamin dan mineral hanya dalam satu gigitan saja. Bahkan, sudah jadi rahasia umum bahwa kurma tergolong buah pemberi energi instant secara alami. Terlebih lagi, kurma termasuk makanan yang kecil kemungkinan membuat alergi, sehingga cocok untuk bayi umur berapapun.

  • Domba

Tidak banyak yang mengenal domba di kalangan Indonesia. Kendati demikian, domba termasuk makanan yang patut dipertimbangkan. Pasalnya, selain domba mampu gantikan kambing, kasus bayi alergi terhadap domba sangat jarang ditemui.

  • Mangga

Buah yang hanya muncul pada musim tertentu ini sangat populer di daerah tropis. Rasanya yang manis, segar, berair ini tak dilewatkan untuk masuk menu makanan buah hati. Toh, selama mangga matang dan tercuci baik, orang tua boleh lambaikan tangan pada alergi.

  • Nasi

Makanan pokok orang Indonesia, ternyata bebas dari ancaman. Ya, bahan makanan yang berasal dari padi ini terbukti jarang timbulkan alergi. Justru, beberapa ahli kesehatan menyarankan bubur dari nasi menjadi makanan pertama.

  • Ikan salmon

Anak cerdas dan pintar adalah dambaan orang tua. Maka dari itu, mendukung perkembangan otak sudah jadi kewajiban. Ikan salmon tidak hanya aman, namun mengandung Omega 3 yang tak dapat dipungkiri berguna bagi kekuatan otak.

  • Ubi manis

Salah satu makanan super tradisional, murah, dan aman jatuh pada ubi manis. Meskipun harganya tidak seberapa, kandungan ubi manis sangatlah banyak. Sama halnya dengan nasi, ubi manis sangat cocok dijadikan makanan pertama buah hati.

  • Buah pir

Buah pir bisa jadi bukan buah yang populer. Kendati demikian, rasa hambar buah pir terdukung oleh resiko alergi minim yang patut dicoba oleh buah hati ayah bunda.

  • Oats

Oats sudah dikenal dalam dunia kesehatan sejak jaman dahulu kala. Meskipun, rasanya agak hambar terutama bagi mereka yang tidak biasa, kemampuan oats dalam minimalisir penyakit kolesterol sudah sangat terkenal diseluruh penjuru dunia. Bahkan, oats bukan pemicu alergi, namun peringan alergi seperti alergi kacang, lho.

Aman bukan berarti bebas dari resiko. Beberapa bayi punya reaksi tersendiri terhadap bahan makanan meski secara umum bahan tersebut sangat jarang timbulkan alergi. Harap diingat untuk tidak langsung berasumsi bahwa bayi sama dengan kebanyakan. Selalu beri jeda satu sampai dua hari sebelum memberikan atau mengenalkan makanan bayi 6 bulan yang berbeda supaya orang tua bisa melihat apakah bahan tersebut anugrah atau malapetaka.(HN)