Memilih Permainan Anak 2 Tahun Itu Seperti Apa Ya?

Ibu bisa temukan banyak sekali jenis permainan anak 2 tahun. Ada juga kategorinya. Ada kategori permainan individu dan kelompok. Kedua kategori tersebut tentu saja baik untuk ibu pilih. Namun, jangan terburu-buru. Ada baiknya dengarkan dulu masukan dari psikolog anak mengenai jenis permainan yang disarankan untuk dimainkan anak usia 2 tahun.

Jenis Permainan Untuk Anak 2 Tahun

Ada banyak sekali jenis permainan anak usia 2 tahun. Akan tetapi, setidaknya ibu sebagai orang tua harus tahu 5 jenis permainan berikut ini.

  1. Permainan Fantasi

Ibu tahu mengapa anak sering bercerita sendiri? Pada dasarnya, itu adalah cara si kecil berekspresi sekaligus belajar bicara. Karena pada usia 2 tahun, ia sedang mulai belajar bicara dan memperkaya kosakata.

Namun, ada satu hal yang aneh menurut orang awam. Mengapa anak sering bercerita sendiri? Bagi orang dewasa, itu hal yang aneh. Namun tidak bagi balita 2 tahun. Saat ia bercerita sendiri, ia sedang berfantasi. Ia membayangkan ada seseorang yang ia ajak bicara.

Dalam hal ini, ibu harus tahu semakin tinggi fantasi anak, itu menujukkan kecerdasannya tinggi. Jadi, biarkan anak berfantasi. Justru akan lebih baik jika ibu memberikan permainan yang membuatnya lebih mudah berfantasi. Contoh sederhana saja, ibu bisa belikan alat dokter-dokteran, anak masak memasak, atau apa saja yang membuat anak bermain dengan angan-angannya.

  1. Permainan Imitative

Imitative artinya mencontoh atau menjiplak. Banyak jenis permainan untuk anak 2 tahun yang sifatnya imitative. Contohnya saja menari dan bernyanyi.

Bagi anak kecil, imitative ini langkah agar anak suatu saat nanti bisa memiliki sisi kreatif. Ibu harus tahu tidak ada orang yang tiba-tiba kreatif. Pasti ada sisi di mana ia mulai belajar untuk kreatif. Dan awalnya ia sebenarnya lebih sering meniru atau melakukan imitasi. Dengan membiarkan anak sering melakukan imitasi, diharapkan ketika dewasa nanti ia akan mengubah hal-hal yang ia imitasi tersebut sehingga menjadi berbeda. Itulah masa di mana sisi kreatif anak akan muncul.

Dan satu catatan lagi yang harus ibu ketahui. Memiliki anak pandai itu mudah. Asalkan ibu menyekolahkan anak di sekolah yang terbaik, sudah bisa dipastikan anak tahu banyak hal. Anak menjadi pandai. Namun, sulitnya bukan main untuk mencetak anak yang kreatif. Dibutuhkan stimulus yang tepat. Salah satunya dengan memberikan permainan balita 2 tahun berupa media menggambar, seperti kertas, pensil warna, dan lain sebagainya. Sediakan satu buku yang berisikan gambar-gambar menarik. Biarkan anak menirukan gambar tersebut sekalipun hasilnya sangat jauh dari kata sempurna.

  1. Permainan Kooperatif

Ini jenis permainan anak usia 2 tahun yang sangat amat penting. Sayangnya, banyak orang yang tidak menyadarinya. Mereka justru membuat anak tidak terbiasa untuk kooperatif atau bekerjasama. Lihat saja lebih banyak mana anak yang main gadget dengan anak yang bermain di lapangan bersama-sama? Bahkan, tidak jarang saat anak berkumpul mereka bermain gadget sendiri. Ini jelas kesalahan orang tua yang terlalu dini memberikan gadget.

Permainan kooperatif merupakan permainan yang membuat anak bisa bekerjasama dengan teman lainnya. Contohnya saja permainan bola, menyusun balok bersama, dan lain sebagainya.

Bagi ibu yang memiliki anak yang menginjak usia hampir 3 tahun, anak harus sudah bisa terbiasa untuk bersosialisasi dengan anak-anak yang lain. Apalagi anak sebentar lagi masuk PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini). Harus dipastikan kemampuan sosialisasi anak harus baik. Dan hal tersebut bisa dilakukan ketika anak sudah terbiasa memainkan permainan untuk balita 2 tahun yang bersifat kooperatif.

  1. Permainan Fisik

Bermain bola, berlari, naik sepeda, serta memasak adalah jenis permainan fisik. Berbeda dengan bermain game online. Permainan fisik adalah permainan yang melibatkan gerak motorik kasar maupun halus. Ini gerakan yang harus dilatih. Seperti yang dijelaskan oleh pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com, jelas sekali betapa penting anak untuk bergerak. Hal ini disebabkan permainan fisik seperti itu bisa memaksimalkan perkembangan anak.

  1. Permainan Soliter

Memang ada permainan yang hanya bisa dimainkan oleh anak sendirian. Tentu tidak mungkin anak sekali bermain bersama teman-temannya, kan? Ada kalahnya anak harus bermain sendiri di rumah. Contohnya saja ketika sedang hujan. Tentu ibu harus mengkondisikan agar anak tetap berada di dalam rumah. Maka dari itu, siapkan jenis permainan anak 2 tahun soliter. Contohnya saja menggambar, mewarnai, menulis, memasang balok sendiri, dan lain sebagainya. Permainan itu bisa dimainkan di dalam rumah tanpa harus melibatnya teman-teman yang lain.

Jadi, permainan mana yang sudah dan belum ibu berikan untuk si kecil?

Permainan Tidak Harus Mencerdaskan

Ada istilah permainan edukatif. Konotasinya, permainan tersebut pasti membuat anak pintar.

Sayangnya, pintar itu tidak segalanya. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, anak juga harus kretif. Ini tidak sama dengan pintar.

Yang lebih penting lagi, anak harus sehat. Maka dari itu, permainan yang sangat disarankan oleh psikolog anak adalah permainan fisik. Anak harus bergerak karena pada usia 2 tahun gerakan anak harus lebih optimal. Ini berkaitan dengan motorik kasar dan halus anak.

Jadi, permainan edukatif tidak hanya sebatas permainan yang membuat anak pintar. Lebih dari itu, anak harus kreatif dan sehat. Bukankah itu yang ibu inginkan? Maka dari itu, segera dapatkan jenis permainan anak 2 tahun yang baik dimainkan oleh sang buah hati.

Memilih PAUD Ternyata Tidak Mudah Lho

Banyak orang tua yang terlalu serius ketika memilih PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini. Mereka ingin memastikan sang buah hati mendapatkan pendidikan yang terbaik.

Tentu hal tersebut tidak salah. Sayangnya, terkadang saking seriusnya, pandangan atau persepsi orang tua ketika memilih sekolah untuk anak menjadi kurang obyektif. Contohnya saja memilih berdasarkan kurikulum. Tentu sangat menggiurkan ketika mendengar anak teman sekolah di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini dan pintar mengaji atau membaca. Dan ini sering menjadi pertimbangan utama.

Ibu juga boleh memilih sekolah PAUD berdasarkan kurikulum yang diterapkan. Namun, tidak seharusnya kurikulum dijadikan satu-satunya pertimbangan. Ada hal lain yang juga penting untuk dijadikan bahan pertimbangan.

Menimbang-Nimbang Saat Memilih PAUD

Selain kurikulum, ada hal yang sering luput untuk dijadikan bahan pertimbangan.

  1. Situasi Sekolah

Apakah lingkungan sekolah aman? Apakah ada gerbang yang membuat anak pasti aman dan tidak lari ke luar area sekolah? Bagaimana kondisi ruangan kelas? Apakah ruangan sejuk atau lembab?

Dan banyak lagi pertanyaan yang harus ibu cari sebelum memutuskan memilih lembaga pendidikan anak usia dini. Tentu sangat tidak mungkin anak bisa pintar jika kondisi lingkungan sekolah tidak mendukung. Maka dari itu, cek dulu lokasi sekolah. Kemudian pulang ke rumah dan pikir lagi apakah situasi sekolah bersih, aman, dan sehat.

  1. Tenaga Pengajar

Bagaimana kurikulumnya, pendidikan tidak akan berjalan sebagaimana mestinya jika tenaga pengajarnya tidak qualified. Tentu berkualitas atau tidaknya seorang guru tidak hanya ditentukan oleh ijasah yang mereka miliki. Pengalaman mengajar serta kemampuan mereka dalam mengajar menjadi hal yang lebih berpengaruh dibandingkan dari mana sertifikat mengajar mereka dapatkan.

Sayangnya, sangat sulit untuk menilai tenaga pengajar. Maka dari itu, banyak orang tua yang melakukan survey kecil-kecilan terlebih dahulu. Ibu bisa coba tanya kepada teman, saudara, atau kenalan yang anaknya sekolah di PAUD. Ibu juga bisa bertanya kepada anaknya secara langsung apakah ia suka sekolah di PAUD tersebut atau tidak. Jika ia suka diajar oleh pengajar di sana, maka bisa dipastikan tenaga pengajar memiliki kemampuan mengajar yang tidak perlu diragukan lagi.

  1. Jumlah Anak Dalam Satu Kelas

Terkadang, ada lho sekolah yang overload. Di dalam satu kelas, terdapat lebih dari 20 anak. Bahkan, ada satu kelas yang terdiri dari 30 anak. Tentu ini kondisi yang kurang bagus. Bagaimanapun juga, anak PAUD membutuhkan pengawasan ekstra ketat. Mana mungkin satu guru bisa mengawasi 30 anak dalam satu kelas?

Ada baiknya ibu mencari PAUD yang sudah mematok di dalam satu kelas hanya terdapat sekitar 10-15 anak saja. Memang terkadang biaya sedikit lebih mahal. Namun, kalau berbicara tentang pendidikan, tentu ibu tidak mau setengah-setengah, bukan?

  1. Mengajak Anak Untuk Memilih Sendiri

Jangan salah ya bu. Meskipun si kecil masih berusia 3 atau 3,5 tahun, ia sudah bisa memilih. Setidaknya ia sudah bisa merasakan apakah ia nyaman atau tidak.

Maka dari itu, sebaiknya ibu ajak si kecil untuk memilih sendiri. Ajak anak untuk mengunjungi beberapa sekolah sambil ibu bertanya kepada pengelola sekolah PAUD mengenai biaya perbulan, fasilitas, kurikulum, dan lain sebagainya. Ibu juga perhatikan bagaimana respon anak. Ibu bisa biarkan anak bermain di sekolah yang ibu kunjungi. Jika ia terlihat nyaman dan senang, mungkin itu adalah sekolah yang terbaik untuk sang buah hati. Setidaknya, anak akan dengan senang hati mau berangkah ke sekolah setiap pagi.

Jadi, memilih sekolah PAUD itu tidak hanya berdasarkan kurikulum saja ya bu.

Apa Pentingnya Anak Belajar di PAUD

Banyak orang tua yang merasa tidak perlu memasukkan anak ke PAUD. Tunggu saja hingga usianya 4 tahun, Ia bisa langsung masuk ke TK atau Taman Kanak-Kanak. Semoga ibu tidak memiliki anggapan yang sama seperti itu.

Harus dipahami apa fungsi dari PAUD. Ini bukan lembaga pendidikan yang bisa membuat anak cerdas lebih cepat. Bukan itu tujuan PAUD. Ini merupakan sekolah yang mengajarkan anak bagaimana bersosialisasi dengan teman-teman yang lainnya. Bisa dikatakan ini adalah sekolah persiapan. Setidaknya, ketika anak sudah sekolah di PAUD, ia tidak lagi takut dan canggung saat sudah sekolah di TK dan juga SD.

Oleh sebab itu, kurikulum yang ditetapkan di PAUD itu kurikulum bermain bersama. Seorang guru PAUD mengajarkan bagaimana anak sudah mulai berani, percaya diri, dan bisa bersosialisasi dengan teman-teman yang lainnya.

Pada intinya, PAUD itu sebuah lingkungan sekolah yang bisa membuat anak belajar beradaptasi secara sosial. Jadi, apakah menurut ibu PAUD itu tidak penting?

Banyak kasus terjadi di mana anak tidak mau masuk sekolah TK. Ia malu, takut, dan lain sebagainya. Akhirnya, orang tua harus menemani anak di sekolah. Tentu ini kurang bagus untuk tumbuh kembang anak.

Maka dari itu, agar anak memiliki keberanian, ibu harus sekolahkan anak di PAUD. Pilihkan lembaga pendidikan anak usia dini yang terbaik sesuai dengan kriteria yang sudah dijelaskan sebelumnya. Terkadang, biaya untuk PAUD memang jauh lebih mahal dibandingkan dengan TK atau bahkan SD. Itu memang wajar. Pasalnya, tenaga pengajar harus ekstra sabar mendidik anak yang bisa dikatakan masih sangat kecil. Apalagi terkadang ada anak yang masih pipis atau buang air besar di celana. Ada juga anak yang menangis setiap kali bermain di dalam kelas. Maka dari itu, ibu harus pastikan PAUD yang ibu pilih merupakan yang terbaik untuk sang buah hati.

5 Pola Pikir Wajib Seputar Olahraga untuk Balita Anti Cidera

Olahraga untuk balita sedang naik daun di seluruh dunia. Banyak kelas mulai digelar khusus untuk malaikat kecil bergerak bersama. Memang, olahraga telah terkenal dengan manfaat yang menggiurkan, mulai dari pertumbuhan optimal, ditambah dengan embel-embel umur panjang. Inilah kenapa bukan ide buruk kalau anak diajak olah tubuh di usia muda.

Manfaat olahraga tertutupi dengan adanya resiko cedera. Bahkan studi terkini menunjukkan bahwa tiga juta lebih anak berusia dibawah empat belas tahun mengalami cidera serius karena olahraga. Tentunya orang tua tidak ingin niat baik mendaftarkan kelas olahraga berbuah sia-sia. Karenanya, akan sangat bijak bila pola pikir yang dapat mendorong kemungkinan balita olahraga anti cidera berikut ini dipraktekkan dengan benar.

  1. Jangan berharap lebih
    Obrolan di kalangan ayah bunda terkadang fokus pada dampak yang diberikan olahraga tertentu. Misalkan saja postingan di forum ibu hamil seputar anak menjadi lebih berani usai mengikuti kelas karate, mendorong orang tua untuk turut serta. Tanpa bertanya pendapat balita, atau mungkin biarkan dirinya mencoba sekali, ayah bunda langsung komitmen terhadap kelas karate.

    Inilah kenapa pola pikir olahraga untuk balita harus diluruskan. Tujuan dari olah tubuh adalah melatih struktur tubuh bayi. Kalaupun ada karakter baru yang terbawa dari melakukan olahraga tersebut sebetulnya tergolong bonus. Janganlah berharap tinggi hasil akhir si kecil akan sama dengan yang lain. Apalagi kalau ayah bunda cenderung memaksa balita untuk ikut kelas tertentu.

 

  1. Buang buku manual dan piala
    Anak kecil hanya ingin bersenang-senang. Dalam benak buah hati berteman jauh lebih penting dibanding piala bersinar yang terpajang di panggung. Mungkin saja ayah bunda termasuk tipe orang tua gregetan kalau anak tidak meraih peringkat pertama. Ambil nafas, dan tanyakan pada diri sendiri, ‘apakah anak atau saya yang ingin menang?’

    Penelitian menunjukkan kebencian seseorang terhadap olah tubuh disebabkan pengalaman masa kecil. Merasa dirinya pecundang hanya karena tidak bisa menjebloskan gawang, sebagai contoh pemicu rasa tak senang dengan aktivitas fisik. Kondisi akan makin parah kalau sejak kecil ayah bunda bertindak keras pada balita yang tidak memenangkan pertandingan.

    Aturan dibuat untuk ditaati mereka yang sudah mencapai usia pantas. Janganlah memaksa buah hati untuk menuruti setiap jengkal perkataan dalam buku manual. Biarkan buah hati bertindak sesukanya bersama dengan teman sebayanya saat berolahraga. Selama tidak terjadi pertengkaran sengit antar balita, sebenarnya tidak masalah. Ditambah lagi, balita dengan tingkat kecerdasan diatas rata-rata cenderung pintar memimpin.

  2. Target tidak penting
    Orang tua boleh saja memiliki visi dan misi untuk masa depan buah hati. Bahkan, ada pula ayah atau bunda ambisius yang langsung mendaftarkan anak pada satu jenis olahraga. Tak jarang, orang tua tipe tersebut mendorong anak untuk fokus dan taat terhadap setiap aturan dan jadwal latihan.

    Jangan buru-buru menentukan masa depan dan minat si kecil. Terdengar sepele dan pasrah, namun nyatanya masa depan buah hati masih sangat panjang. Memaksa buah hati melakukan satu jenis olahraga saja dapat menimbulkan cedera. Sebagai contoh, anak yang dipaksa main bola supaya jadi Ronaldo berikutnya, dapat mengalami masalah serius pada kaki dan tubuh yang tidak imbang.

    Biarkan anak mencoba beragam aktivitas merupakan ide yang bagus. Kalau perlu, tidak perlu komit daftarkan si kecil pada satu jenis olahraga untuk satu tahun kedepan. Berikan malaikat kecil ayah bunda kesempatan bersenang-senang dengan tubuhnya. Misalkan saja, minggu ini buah hati menjadi penari, dan minggu berikutnya perenang. Hal terpenting adalah senyuman bahagia si kecil, bukan?

  3. Libur
    Anak kecil tergolong moody dimana perasaannya sangat gampang berubah setiap waktu. Masa dimana buah hati tidak mau datang ke kelas balet favoritnya atau melempar bola kesukaan akan tiba. Entah apa yang terjadi, seberapa kesal ayah bunda harap diingat, jangan sampai cari ribut, biarkan fase satu ini berlangsung dan usai dengan sendirinya.

    Kalau memang si kecil hanya ingin duduk di rumah menonton televisi kesukaan, biarkan saja. Tidak ada yang salah dengan buah hati ingin duduk, capek lari kesana kemari. Alih-alih memaksa, cobalah ikuti maunya, dan dorong pelan-pelan untuk kembali olahraga bila ada kesempatan bagus untuk berbicara dua mata.

    Perlu diingat, secara garis besar ada 2 alasan mengapa buah hati tidak mau pergi ke kelas olahraga favoritnya. Orang tua sebaiknya berharap anak hanya dalam fase bosan dan akan selesai dengan sendirinya. Kemungkinan kedua yang tidak terlalu menyenangkan adalah anak tidak ingin pergi ke tempat olahraga karena balita yang ada disana.

    Balita sangat mungkin mengalami luka di hati. Entah karena ejekan, atau perkataan tidak menyenangkan dari orang lain. Intinya, balita merasa tidak nyaman berada dalam lingkungan tersebut. Manapun itu, orang tua wajib temukan alasan balita tidak mau pergi terlebih jika berlangsung lebih dari sebulan dan semua tawaran kelas olahraga lain ditolak mentah-mentah.

Apabila dirangkum, intinya adalah orang tua jangan terlalu ketat. Biarkan balita bersenang-senang dan menikmati masa kecilnya. Jangan lupa, imbangi aktivitas padat buah hati dengan asupan gizi yang cukup. Tenang tidak perlu melalui dilema kesulitan memberi makan sebelum sesi olahraga untuk balita. Cukup dengan memberi minum segelas susu Frisian flag karya sehari sekali sudah sangat membantu memenuhi kebutuhan gizi si kecil.(HN)

Mengatur Rutinitas Bayi

10 Trik Atasi Balita Susah Makan

Makanan merupakan sumber energi manusia utama. Tidak heran, dalam masa pertumbuhan fokus ayah bunda terdapat pada makanan si kecil dibanding faktor lain. Sayangnya kadang dilema balita susah makan jauh lebih sulit dibanding memastikan hidangan di rumah sudah sesuai kebutuhan nutrisi dan gizi. Perbincangan seputar cara atasi balita susah makan kian marak di kalangan orang tua.

Beberapa orang menganggap anak sedang manja maka dari itu sok jual mahal. Sebetulnya tidak juga, kadang memang anak tidak mau makan karena sedang tidak ingin. Bukan berarti si kecil ingin perhatian ayah dan bunda yang bisa jadi sibuk bekerja setiap hari.

Secara ilmiah, ada beberap studi yang mungkin tunjukkan mengapa balita ogah makan. Di usia yang rada tanggung, indera perasa balita akan meningkat dengan sangat cepat. Kalau tidak percaya, perhatikan saja tingkah laku si kecil di jaman dahulu kala. Sesi pembelajaran mengenai objek lingkungan dilakukan dengan lidah dibanding sentuhan, visual, atau kemampuan mumpuni manusia lain.

Jangan takut, kesan memperkenalkan makanan pada si kecil bisa terlihat sulit. Padahal dengan jalan yang tepat, orang tua tidak harus merasa kesulitan dan resah tiap kali si kecil katakan tidak. Berikut ini beberapa tips balita tidak mau makan yang layak dicoba oleh orang tua mana saja:

  1. Perlahan tapi pasti
    Unik tapi nyata, studi jaman kini membuktikkan bahwa anak yang sulit makan adalah tipe ‘pelan asal jalan’. Dalam artian, anak tidak menyukai makan besar di satu waktu, melainkan mulutnya hanya ingin pesta dengan jumlah kecil. Gampangnya, si kecil gemar makan sedikit namun sering.

    Kadangkala orang tua tidak kepikiran pola makan seperti apa yang diinginkan si kecil. Dipikir kembali, hal tersebut sangatlah wajar, sehingga orang tua tak perlu salahkan diri sendiri. Cobalah membatasi jumlah makanan yang diberi dan lihat reaksi si kecil. Kalau buah hati menunjukan respon positif mungkin kedepannya pola makan bisa disesuaikan dengan kebutuhan buah hati.

  2. Berikan pilihan
    Anak kecil kerap kali dianggap tak punya pendirian. Segala sesuatu harus disediakan orang tua tanpa peduli apa yang ada dalam benak buah hati. Kesalahan mendasar inilah yang mungkin sebabkan anak tidak mau makan. Bukan masalah anak kurang sreg akan hidangan di atas meja, melainkan buah hati sudah mencapai tahap apatis.

    Cobalah sediakan beragam hidangan dalam porsi kecil di area tempat duduk si kecil. Tidak perlu menyebutkan apalagi berusaha mendorong balita makan. Perhatikan saja gerak gerik buah hati, manakah makanan yang akan dia pilih. Meskipun tidak berkata-kata, kepala bayi sedang berputar memilih hidangan yang sekiranya ingin dicoba pertama kali, bagai membuka harta karun terpendam.

  3. Incar titik lemah
    Hukum ekonomi mengatakan nilai suatu barang akan meningkat pesat seiring dengan tanjakan Alih-alih menyediakan hidangan berdasarkan jam makan normal, kenapa tidak ajak anak makan saat dirinya benar-benar lapar?

    Olahraga, atau aktivitas penggunaan otak jelas menguras tenaga. Biasanya gelagat balita lapar akan sangat terlihat. Mainkan insting ayah bunda untuk ‘bidik’ saat yang tepat, dan tawarkan momen makan dengan manis.

  4. Satu jagoan yang lain potensi
    Kondisi yang tak dikenal meningkatkan kewaspadaan seseorang. Dalam keadaan satu ini, seseorang cenderung memilih objek, jasa, atau produk yang minimal pernah dikenalnya. Inilah sifat dasar yang diam-diam tak disadari banyak orang.

    Dalam konteks makan balita, sebetulnya berlaku pula aturan tersebut dimana ada fase si kecil tidak mau makan karena rasa takut. Memang, pada poin sebelumnya disarankan untuk berikan variasi hidangan yang tak pernah dilihat si kecil dengan tujuan buah hati akan punya kesempatan memilih. Kendati demikian jangan semerta-merta tawarkan makanan yang tak pernah dilihat buah hati.

    Rasio penawaran yang tepat adalah satu banding tiga. Gampangnya, berikan minimal satu hidangan yang dikenal si kecil, dan bunda ayah tahu persis favoritnya, dan sisanya hidangan tak dikenal. Sabar, pada akhirnya buah hati akan butuh waktu untuk memilih.

  5. Perhatikan porsi si kecil
    Manusia boleh saja memiliki keinginan, sayangnya begitu terwujud dalam jumlah melimpah, hati seolah mati. Fenomena ini terlihat pula pada pola makan seseorang. Hidangan yang disajikan koki atau chef papan atas cenderung porsi sedikit dibanding restoran bersifat massal. Hal ini dikarenakan jumlah bisa mengundang selera makan seseorang.

Berhubung perut balita hanya sebesar genggaman tangan, sangatlah aneh kalau orang tua memaksa si kecil untuk makan di luar kapasitas. Pasalnya, di awal anak akan merasa tidak nyaman karena perut terlalu penuh, dan di saat bersamaan dirinya ogah menuruti makanan yang ditawarkan bunda.

Terkadang jumlah yang sedikit berdampak besar. Cobalah mulai menyajikan porsi minim, dan tunggu sampai anak minta tambah. Jangan buru-buru asumsi kalau anak harus makan banyak demi penuhi kebutuhan gizinya. Ingat, pada akhirnya anak harus menyenangi sesi makan dari dalam lubuk hatinya.

Kasih sayang adalah konteks yang rumit dan sukar dijelaskan secara ilmiah. Namun, sebagai manusia sangatlah wajar kalau balita sekalipun ingin mendapat cinta ayah bunda. Kunci terakhir dalam mengatasi anak susah makan sebetulnya sangat mudah yakni kasih sayang. Orang tua mengenal balita lebih dari siapapun. Langkah kreatif atasi balita susah makan seperti menyediakan susu pertumbuhan anak untuk memenuhi bolong pada asupan bisa bentuk kasih sayang tersendiri.(HN)

 

bubur-bayi-6-bulan

Sumber Nutrisi Balita Wajib Demi Pertumbuhan Maksimal

‘Apa yang kamu makan mencerminkan diri kamu’ merupakan kalimat tepat untuk gambarkan betapa penting memasukkan sumber nutrisi balita dalam menu makanan. Tidak perlu khawatir, sebetulnya tidak susah. Paling tidak, 5 jenis makanan berikut ini termasuk di dalamnya:

  1. Produk olahan susu
    Balita, masa dimana dirinya gemar berpetualang, menjelajahi dunia. Mungkin dalam benak si kecil, tidak ada satupun hal di dunia ini mampu membawanya jatuh. Sebagai orang tua, membiarkan balita bermain sebebas-bebasnya adalah keputusan bijak. Dengan demikian, tidak hanya aspek mandiri yang diperoleh, namun juga perkembangan otak maksimal.

    Mengingat pergerakan tubuh bayi membutuhkan tulang, tentu logis jika pemberian asupan kalsium dilakukan. Secara ilmiah, kalsium merupakan penanggung jawab utama dalam pembangunan tulang. Otomatis salah satu nyawa yang sangat berguna untuk tubuh di masa balita jatuh pada kalsium.

    Kelebihan kalsium yang kedua berasa dari sumber makanan. Kebetulan sekali, kalsium ‘menetap’ dalam bahan yang cenderung disukai oleh anak kecil. Produk olahan susu merupakan jenis makanan dengan kadar kalsium tinggi tersembunyi di dalam. Termasuk, turunan susu yakni keju, sama-sama mengandung kalsium yang berguna untuk tumbuh kembang tulang.

    Penyajian produk susu sendiri ada beragam. Balita bisa konsumsi mentah, semisal susu diminum, dan keju dicemil, atau dalam kondisi matang. Susu dijadikan es krim, atau mungkin keju sebagai saus yang dicelupkan dalam sayur mayur. Manapun, orang tua harus pastikan setiap hari balita konsumsi susu minimal sekali sehari.

  2. Keluarga kacang
    Vitamin E adalah penanggung jawab utama daya tahan tubuh melawan radiasi, dan anggota antioksidan satu ini sudah sepantasnya masuk dalam daftar asupan gizi balita. Alasannya gampang saja, ekspos matahari pada balita bukan hal yang beresiko selama tubuh mampu minimalisir bahaya yang dibawa oleh matahari. Sayang, sebagian besar balita justru kekurangan vitamin E dibanding jenis vitamin lain.

    Tidak banyak orang memikirkan vitamin E selain dengan tujuan mempercantik diri. Padahal, sumber vitamin E sendiri tidaklah mahal. Keluarga kacang seperti kwaci sudah cukup menutup kebutuhan vitamin E buah hati.

    Agak rempong rasanya kalau harus menghidangkan kwaci bunga matahari untuk buah hati. Pasalnya, mengupas kulit kwaci jauh lebih lama dibanding makan kwaci itu sendiri. Disinilah peran produk praktis seperti selai kacang beraksi. Oleskan tipis selai kacang pada roti untuk sarapan guna menyicil asupan vitamin E buah hati.

    Beberapa sereal yang berbahan dasar biji-bijian telah dikenal luas mengandung vitamin E. Ayah bunda hanya perlu membaca dengan teliti kandungan di dalam sereal untuk pastikan manfaat yang didapat. Hidangkan dengan susu pertumbuhan kesukaan balita dan jadilah makanan sehat berkandungan vitamin E.

  3. Pisang
    Rasanya pisang dapat diberi nominasi buah rakyat Indonesia. Bayangkan saja, sangat jarang ditemui pedagang buah yang tidak menjual pisang. Oportunis bahkan sengaja menjual pisang satuan secara komersil, dan laku. Ini menunjukkan betapa pisang menyimpan manfaat tersendiri yang mungkin melebihi status pisang sebagai cemilan.

    Kandungan pisang yang patut mendapat perhatian disebut potassium. Fungsi potassium sendiri adalah keseimbangan cairan, tekanan darah, dan kontraksi otot. Perasaan segar yang didapat setelah makan pisang sebetulnya disebabkan oleh potassium. Inilah mengapa potassium cukup diperlukan dalam pertumbuhan balita.

    Selain kandungan potassium yang cukup ‘VIP’, rasa pisang sendiri terbilang unik. Tekstur empuk, kadang manis, dan asam menyimpan potensi dalam dunia kuliner. Mulai dari hidangan nusantara seperti es pisang hijau, pisang goreng, sampai dengan sajian mancanegara semacam banana split, dan banana pancake membuat permintaan pisang mengalir deras. Tentunya orang tua tidak akan kehabisan ide dalam membujuk si kecil makan pisang.

  4. Jeruk jambu
    Namanya balita kalau sudah bermain suka lupa diri. Akibatnya, meski terdapat luka gores di sekujur tubuh sekalipun, si kecil tidak sadar sampai masa bersenang-senang berakhir. Orang tua kadang harus geleng-geleng kepala kalau mendapati luka di tubuh si kecil, terutama balita yang sangat aktif.

    Beruntung bagi balita yang punya kemampuan menutup luka dengan cepat. Mengingat atasi infeksi pada balita jauh lebih berat dibanding mengobati luka eksternal itu sendiri, tentu daya tahan tubuh sangatlah penting. Salah satu vitamin yang terkenal dalam berperan menutup luka dengan cepat jatuh pada jenis C.

    Nilai ulangan C mungkin tergolong jelek bagi sebagian orang, namun konteks C dalam vitamin tentu berbeda. Vitamin C merupakan penanggung jawab penutupan luka eksternal. Dalam artian, setiap goresan pada kulit luar akan terobati dengan keberadaan vitamin C. Orang tua tinggal bernafas lega dan melihat balita lanjut bermain kalau tubuh sudah mampu bertahan sendiri.

  5. Daging merah
    Tenaga balita memang melimpah ruah, sehingga perlu diimbangi dengan asupan nutrisi yang cukup pula. Jangan sampai, energi masih seratus persen namun kinerja tubuh hanya kapasitas dua puluh persen. Lantas bagaimana cara membuat tubuh senantiasa segar?

    Sebetulnya, tubuh memerlukan oksigen sebagai penyejuk. Ibarat laptop, tubuh tidak mampu bertahan kalau tidak ada angin sepoi berupa suplai oksigen. Setiap harinya darah membawa ribuan oksigen ke seluruh tubuh sehingga membuat mata lebih melek. Tentu hal tersebut menjelaskan kenapa kekurangan darah memberi efek beruntun.

    Zat besi merupakan penanggung jawab kinerja sel darah. Absennya zat besi dapat berujung tubuh lemas, lunglai, sampai tak mampu tumbuh. Tenang, berhubung sumber nutrisi balita untuk zat besi cukup enak dan populer, yakni daging merah, tak akan susah membujuk buah hati.(HN)

Susahnya Cari Susu Formula Yang Bagus Untuk Anak 1 Tahun

Sebanarnya opsinya banyak, tapi ibu harus memilih susu formula yang bagus untuk anak 1 tahun. Kemudian, muncullah pertanyaan. Bagaimana kriteria susu yang bagus? Ini pertanyaan sederhana tapi jawabannya sangat sulit.

Yang jelas, bukan karena harga saja yang menjadi pertimbangan ketika ibu memilih susu balita. Harganya bisa saja berbeda. Namun, ibu harus tahu semua susu untuk balita itu memiliki kandungan yang sama. Hal ini disebebabkan adanya standarisasi yang harus dipenuhi oleh produsen, yaitu FDA atau food and drug administration. Jadi, sudah bisa dipastikan semua susu formula yang bagus untuk balita 1 tahun mengandung nutrisi yang dibutuhkan si kecil.

Jika seperti itu, lalu apa yang harus dipertimbangkan? Ada satu hal yang perlu dijadikan bahan pertimbangan. Ibu harus tahu tidak semua anak itu bisa mengkonsumsi susu sapi lho. Kebanyakan susu yang ada di pasaran itu adalah susu sapi. Sayangnya, ada anak balita yang alergi terhadap susu seperti ini.

Apakah itu artinya ibu tidak perlu memberikan susu? Lalu bagaimana cara memenuhi kebutuhan gizi harian anak?

Anak Alergi Susu Formula

Pada intinya, susu balita 1 tahun yang bagus adalah susu yang bisa dicerna oleh anak tanpa menimbulkan efek samping. Ini harus dijadikan patokan. Jadi, bukan harga, kemasan, atau hanya karena iklan ibu memilih merk susu balita. Jika ternyata anak ibu alergi terhadap susu formula, sebaiknya ibu hentikan dulu pemberikan susu tersebut.

Ada beberapa tanda ketika anak alergi terhadap susu formula. Berikut ini beberapa tanda yang paling sering dialami.

  • Diare
  • Batuk
  • Flu
  • Mata merah dan berair
  • Gatal-gatal

Setidaknya itulah beberapa tanda anak alergi susu formula. Tentu saja ibu tidak bisa dengan mudah memutuskan anak alergi susu. Bisa saja anak diare karena hal lain. Atau ia batuk karena anak sering mengkonsumsi minuman dingin. Jadi, kalaupun muncul gejala seperti itu, ibu sebaiknya tidak buru-buru membuat kesimpulan bahwasannya anak mengalami diare. Ibu perlu konsultasi dengan dokter anak terlebih dahulu. Atau untuk sementara ini, ibu bisa tanya pakar secara online di www.friso.co.id.

Yang jelas, ibu harus tahu tindakan apa yang seharusnya ibu lakukan jika ternyata anak ibu mengalami alergi susu.

Jika Anak Terus Mengalami Alergi

Tentu sangat mengkhawatirkan jika anak tidak bisa minum susu karena di dalam susu terdapat kandungan nutrisi lengkap yang dibutuhkan oleh si kecil untuk tumbuh kembangnya. Namun, ibu tidak bisa terus memberikan susu jika justru si kecil mengalami masalah kesehatan akibat alergi susu.

Ibu seolah-olah ada di dalam situasi yang tidak sama sekali tidak baik. Namun, alangkah baiknya jika melakukan tindakan awal terlebih dahulu.

Yang pertama, ibu harus menghentika memberikan susu. Namun, pastikan si kecil tetap mau mengkonsumsi makanan. Usahakan agar ibu membuatkan makanan yang kandungan gizinya tinggi.

Yang kedua, berikan ASI. Jika anak masih berusia di bawah 2 tahun, sangat baik jika ibu memberikan ASI. ASI ini akan membuat sistem kekebalan tubuh semakin kuat sehingga alergi yang ia alami bisa segera teratasi.

Yang ketiga, konsultasi dengan dokter. Ibu bisa mengajak anak ke dokter anak agar dilakukan pemeriksaan. Tanyalah pada dokter mengapa anak alergit terhadap susu sapi dan ibu bisa meminta masukan susu apa yang bagus untuk si kecil sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Siasati Kebutuhan Nutrisinya

Menurut ahli kesehatan, alergi merupakan kondisi di mana tubuh memberikan respon berlebihan ketika ada sesuatu mencurigakan masuk ke dalam tubuh. Maka dari itu, ibu tidak perlu terlalu khawatir. Yang perlu ibu lakukan hanya membuat tubuh bisa menerima susu formula.

Untuk sementara waktu agar kebutuhan nutrisi tetap terpenuhi walaupun si kecil tidak mengkonsumsi susu balita 1 tahun yang terbaik, ibu bisa memberikan alternatif berupa susu kedelai. Kandungannya hampir sama dengan susu sapi.

Setelah alergi tidak terjadi lagi, ibu bisa sesekali mencoba memberikan susu sapi yang terbaik. Sangat disarankan agar ibu memberikan susu Friso Gold 3. Di dalam susu ini, terdapat kandungan nutrisi paling lengkap dan sempurna sehingga risiko alergi bisa dihindari.

Terlepas dari itu semua, ibu harus pastikan anak tetap mau mengkonsumsi makanan yang bergizi. Bagaimana pun juga, sumber nutrisi utama berasal dari makanan. Sementara itu, susu hanya sebagai suplemen saja.

Jadi, setidaknya informasi ini bisa membuat ibu lebih tenang ketika anak mengalami alergi. Mungkin masih ada pertanyaan di dalam benak ibu apakah alergi hanya disebabkan oleh susu saja. Ternyata tidak. Jika anak alergi terhadap susu sapi, maka makanan apapun yang terbuat dari daging sapi bisa membuat anak alergi. Hanya saja, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, anak alergi karena tubuhnya belum siap menerima kandungan yang ada di dalam makanan tertentu atau susu sapi. Jadi, ibu harus berusaha mengatasi masalah tersebut dengan cara membiasakan anak mengkonsumsi makanan dan susu sapi namun dalam porsi yang sedikit saja. Lama kelamaan, alergi tersebut tidak akan terjadi lagi.

Yang pasti, jangan sampai karena alergi ibu tidak lagi mau memberikan susu formula. Harus diingat susu itu bagus untuk kesehatan. Setidaknya, dengan mengkonsumsi susu, kebutuhan nutrisi penting harian anak sudah terpenuhi. Apalagi jika ibu memilihkan susu formula yang bagus untuk anak 1 tahun. Bukan hanya nutrisi untuk perkembangan fisik saja yang terpenuhi tapi juga nutrisi untuk perkembangan otak anak.

Aneh, Mudah Tapi Kok Banyak Yang Salah Menerapkan Cara Tes Kehamilan

Anda pasti tahu kan cara tes kehamilan? Anehnya, banyak lho yang salah dalam menerapkan cara tersebut. Makanya, banyak yang bilang sudah melakukan tes dan hasilnya negatif. Padahal, ternyata ada janin di dalam kandungan mereka. Lalu, mereka menyalahkan alat yang mereka gunakan. Mereka mengatakan alat tersebut tidak memberikan hasil yang valid.

Benarkah demikian? Ada kemungkinan mereka salah dalam menerapkan cara melakukan pengetesan kehamilan. Bukan alatnya yang tidak valid.

Cara Tes Kehamilan Paling Mudah

Jika ditanya bagaimana cara tes kehamilan yang paling mudah, tentu saja jawabannya adalah dengan menggunakan test pack. Siapa saja, tidak pedulikan apakah memiliki background pendidikan medis atau tidak, bisa melakukan pengetesan ini.

Nah, inilah yang menjadi masalah. Banyak yang asal dalam melakukan pengetasin. Walhasil, mereka tidak mendapatkan hasil yang valid.

Sebenarnya, ada juga lho cara yang paling mudah dan sangat efektif, yaitu dengan melakukan pemeriksaan USG. Sayangnya, banyak pasangan pasutri yang tidak berani atau canggung karena khawatir apa yang dirasakan hanyalah perasaannya saja. Perasaan adanya janin di dalam kandungan namun setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata tidak ada janin.

Makanya, yang paling memungkinan untuk dilakukan pengetesan awal adalah dengan menggunakan test pack. Namun, pastikan Anda menggunakan alat ini dengan benar.

Menggunakan Test Pack Secara Benar

Sebenarnya, sudah ada instruksi tentang tes kehamilan dengan menggunakan test pack ini. Yang perlu dilakukan hanyalah meneteskan air kecing pada alat tersebut. Namun, kenapa terkadang hasilnya tidak valid? Itu disebabkan Anda tidak memperhatikan beberapa hal penting berikut ini.

  • Waktu Untuk Melakukan Tes Kehamilan

Kebanyakan wanita melakukan tes ketika masa mentruasi hampir tiba. Namun, kapan tepatnya Anda sebaiknya melakukan pengetasan? Menurut para ahli medis, disarankan tes kehamilan tersebut dilakukan lima hari sebelum hari di mana Anda biasanya menstruasi.

Namun, tidak boleh sekali saja. Apapun hasilnya, entah itu positif atau negatif, Anda coba lakukan tes lagi sela beberapa hari kemudian. Bahkan, akan lebih baik jika Anda tes lagi saat masa menstruasi sudah terlewat. Ini hanya untuk memastikan kevalidan hasil pengetasan yang Anda lakukan.

  • Air Kecing Pertama

Apakah Anda tahu mengapa tes kehamilan sebaiknya dilakukan di pagi hari setelah Anda bangun tidur? Bukan hanya karena itu adalah air kecing pertama. Ada alasan ilmiahnya.

Sebenarnya, test pack yang Anda gunakan itu memiliki fungsi mendeteksi adanya kandungan hormon kehamilan hCG atau human chronic gonadotropin. Hormon ini ada pada urin yang paling awal Anda keluarkan.

Hanya saja, tidak semua urin yang Anda keluarkan tersebut mengandung hormon hCG. Hormon ini hanya ada ketika sel telur dibuahi di dalam rahim. Dan biasanya hCG ini keluar melalui urin 7 sampai 14 hari setelah terjadinya pembuahan.

Jadi, cara tes kehamilan tidak hanya menggunakan test pack yang paling bagus dan dilakukan di pagi hari setelah bangun tidur. Anda harus pastikan setidaknya 7 hari sebelumnya Anda melakukan hubungan suami istri.

  • Test Pack Yang Anda Gunakan

Hampir semua merk test pack mengklaim yang terbaik dengan tingkat akurasi sampai 99%. Akan tetapi, pada kenyataannya tidak demikian. Ada test pack yang hasil kevalidannya sangat rentah, yaitu test pack yang sudah lewat masa kadaluarsanya.

Oleh sebab itu, ketika Anda membeli test pack, pastikan masa kadaluarsanya masih sangat lama. Ini penting agar alat tes kehamilan tersebut semakin valid memberikan hasil.

Sekarang sudah tahu kan bagaimana tips tes kehamilan yang tepat?

Persiapan Saat Hamil Muda

Bersyukur jika Anda memang positif hamil. Lalu, apa yang harus Anda lakukan? Tentu saja Anda harus menjaga kehamilan dengan baik. Anda harus mulai memperkaya wawasan tentang bagaimana menjaga kehamilan. Anda bisa rajin membaca info kesehatan ibu hamil di www.friso.co.id. Di sana, ada forum konsultasi kehamilan secara online serta forum diskusi sesama ibu hamil.

Selain itu, yang paling penting adalah mengubah gaya hidup. Jika Anda terbiasa begadang dan mengkonsumsi makanan fast food, mulai sekarang hal tersebut harus dirubah. Tidur teratur. Dan pastikan Anda mengkonsumsi makanan yang sehat. Anda bisa mempertimbangkan untuk memasak makanan sendiri untuk memastikan makanan tersebut sehat, bergizi, dan tentunya higienis. Bagaimana pun juga, apa yang Anda konsumsi itu sangat menentukan bagaimana perkembangan janin di dalam kandungan.

Akan lebih baik jika Anda mau minum susu ibu hamil Frisomum Gold. Ini merupakan susu yang kandungan nutrisinya lengkap dan seimbang. Anda tidak perlu takut mual atau muntah saat minum susu ini. Kandungan nutrisinya seimbang. Dan pastikan kadar gulanya rendah sehingga setiap ibu hamil yang mengkonsumsi susu ini tidak akan merasa mual apalagi muntah.

Jadi, semakin besar tanggungjawab Anda ke depan. Dan mulai saat ini sampai 9 bulan ke depan, ada banyak hal yang harus Anda lewati. Ada banyak rintantan seperti munculnya keluhan kesehatan ibu hamil. Dan keluhan tersebut berbeda-beda sesuai dengan usia kandungan.

Itulah mengapa penting sekali bagi Anda untuk mengetahui informasi kesehatan ibu hamil. Setidaknya, Anda bisa tahu apa yang harus Anda lakukan saat merasakan keluhan kehamilan tertentu. Akan lebih baik jika Anda bisa melakukan pencegahaan.

Yang pasti, untuk saat ini, pastikan apakah Anda benar-benar hamil atau tidak. Lakukan pengetesan dengan menerapkan cara tes kehamilan yang tepat.

umur berapa bayi bisa merangkak

Berat Badan Ideal Anak Harus Dijaga Dengan Baik Lho Bun!

Saran dari ahli diet, menghitung kalori dan berolahraga sampai mencapai titik lelah, ternyata bukan solusi efektif untuk mendapatkan berat badan ideal anak. Bahkan, membatasi asupan kalori pada masa pertumbuhan justru menimbulkan risiko kesehatan anak. Anda tidak dianjurkan untuk menerapkan diet seperti ini pada anak, kecuali atas saran dan pengawasan dokter. Pemberian nutrisi yang konsisten adalah kuncinya.

Daripada berkutat pada cara untuk menurunkan berat badan anak, fokuslah pada gaya hidup sehat untuk seluruh anggota keluarga, terlepas dari berapapun berat badan masing-masing. Atur pola makan, seperti menerapkan jadwal 3 kali makan pokok dan 2 kali makan camilan dalam sehari. Kurangi konsumsi junk food dan minuman tinggi gula seperti soda. Perhatikan ukuran porsi, dan luangkan waktu untuk melakukan aktivitas fisik.

Dengan mengikuti arahan tersebut, berat badan anak akan berangsur normal.  Libatkan beberapa jenis makanan berikut dalam menu makanan penuh nutrisi untuk keluarga, seperti Buah dan sayuran segar, Sereal dan roti gandum, Produk susu, seperti susu murni, yogurt, dan keju rendah atau tanpa lemak, daging tanpa kulit dan lemak, seperti ayam, kalkun, ikan dan hamburger.

Berat Badan Ideal Anak 1 Tahun

Mengatur nutrisi dalam makanan sebenarnya tidak sulit. Sesuaikan porsi makanan karena porsi anak tentunya harus lebih kecil daripada porsi orang dewasa. Ketika memasak di dapur, pilih metode memasak yang tidak menggunakan banyak minyak, seperti memanggang, membakar, dan mengukus makanan. Sebagai orangtua, Anda mungkin akan menemukan kendala dalam menerapkan pola makan sehat pada anak, terutama pada pertengahan masa kanak-kanak.

Sebagai contoh, anak tidak sempat sarapan karena takut terlambat pergi ke sekolah, atau anak memilih menu yang tidak sehat di kantin sekolah. Orangtua tentunya bertanggungjawab untuk menemukan solusi efektif dalam mengatasi masalah tersebut. Jika kantin sekolah tidak menawarkan menu makanan sehat, bekali anak dengan makan siang yang sehat setiap harinya. Ada berbagai pilihan menu yang baik, tapi hindari salami dan daging berlemak tinggi lainnya. Tambahkan sepotong buah dan mungkin sekantong roti dalam kotak bekal milik anak.

Sertakan pula sebotol air minum ukuran kecil untuknya, atau berikan uang untuk membeli susu rendah lemak di kantin sekolah. Setelah pulang sekolah, biasanya anak akan langsung membuka lemari atau kulkas untuk mencari kudapan. Sediakan berbagai pilihan kudapan sehat, seperti sayuran mentah dengan saus tanpa lemak, buah-buahan segar, biskuit gandum, popcorn, atau roti gandum tawar. Jauhkan es krim, biskuit, dan kue dari jangkauan anak-anak, atau lebih baik lagi, jangan sediakan makanan ini di rumah.

Jika Anda tidak membatasi akses anak untuk makan kudapan seperti ini, Anda gagal mendukung anak untuk mendapat berat badan sehat. Tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan. Misalnya di sekolah, anak kadang-kadang bertukar makanan dengan teman sebayanya, seperti menukar sandwich dan buah untuk sekantong keripik kentang. Jika anak main ke rumah teman selepas sekolah, anak mungkin lebih memilih ngemil permen daripada apel.

Singkatnya, anak akan menghadapi banyak godaan setiap harinya walaupun Anda telah berusaha maksimal untuk membentuk pola makan sehat di rumah. Ingat, Anda sebagai orangtua adalah panutan dalam proses ini, jadi pilihlah makanan sehat untuk diri sendiri dan keluarga. Meskipun anak-anak usia sekolah cenderung sibuk, upayakan untuk ajak mereka makan dengan keluarga sesering mungkin. Makan dengan keluarga adalah waktu yang tepat bagi setiap anggota keluarga untuk saling berbagi cerita. Melalui kegiatan ini, hubungan tiap anggota keluarga akan semakin dekat.

Menjaga Berat Badan Ideal Anak 2 Tahun

Setelah Anda berhasil menurunkan berat badan, jangan berhenti untuk terus menjaga dan mempertahankan berat badan agar tetap stabil dan ideal. Tak jarang setelah berhasil menurunkan berat badan, kita kecolongan dan berat badan naik kembali.  Peneliti mengungkapkan jika keberhasilan pertama dalam menurunkan berat badan pada seseorang biasanya akan membuat berat badan akan mudah untuk naik kembali. Untuk itu perlu cara tepat dalam mempertahankan berat badan agar tidak mudah naik kembali.

Berikut ini beberapa cara untuk menjaga berat badan agar tetap ideal dan stabil;

– Cek berat badan secara teratur

Kita harus rajin dalam mengecek berat badan kita sehingga kita bisa sealu mengetahui seberapa besar kenaikan berat badan. Lakukan cek secara rutin, cukup semingu sekali. Kenaikan berat badan 1 sampai dengan 1.5 kg masih dalam batas yang wajar, tak perlu panik.

– Istirahat yang cukup

Istirahatlah yang cukup dengan tidur kurang lebih 8 jam sehari. Kurang tidur akibat stress dapat membuat berat badan naik kembali. Lakukan yoga saat Anda sedang tidak nyaman baik fisik maupun psikis. Bercengkrama dengan keluarga dan bertamasya merupakan cara yang tepat untuk melupakan berbagai problem dan merelaksasi pikiran Anda.

– Menjaga pola makan yang sehat

Saat berhasil menurunkan berat badan, bukan berarti kita bebas mengkonsumsi berbagai makanan. Kita harus memperhatikan kandungan makanan dan memilih makanan yang tidak terlalu tinggi kandungan lemaknya. Hindari mengkonsumsi makanan yang berminyak secara berlebihan. Batasi makanan yang mengandung garam dan gula yang tinggi. Hindari juga minuman kemasan karena biasanya minuman kemasan memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi.

– Konsumsi buah dan sayur

Mengkonsumsi buah dan sayur sebagai pengganti makanan cemilan yang memiliki rasa asin atau manis adalah solusi yang baik untuk membantu mempertahankan berat badan tetap ideal. Akan lebih baik jika buah atau sebagian sayuran Anda buat juss. Dengan dibuat jus, maka usus akan lebih cepat dalam menyerap berbagai nutrisi untuk keperluan berbagai proses metabolisme di dalam tubuh dan baik untuk menjaga berat badan ideal anak.

 

posisi-tidur-anak

Posisi Anak Tidur Saat Ibu Ajak Jalan-Jalan Menggunakan Mobil

Paling sulit adalah ketika menentukan posisi anak tidur di mobil. Apakah harus ibu pangku? Atau ibu biarkan si kecil tidur sendiri di bangku belakang? Atau haruskan ia tidur di bangku khusus anak?

Mungkin ibu selama ini sudah melakukan hal tersebut. Sudah terbiasa mengajak anak melakukan perjalanan jauh. Dan anak pun sudah terbiasa tidur di dalam mobil dengan posisi duduk di bangku khusus anak yang sudah ibu belikan. Ibu merasa hal tersebut sudah benar. Dari segi keamanan, tentu saja sangat aman karena bangku tersebut sudah dilengkapi dengan sabuk pengaman. Tapi, apakah sudah benar? Ibu akan tahu jawabannya setelah membaca penjelasan berikut ini.

Menidurkan Si Kecil Di Kursi Khusus Bukan Pilihan Tepat

Apa yang ibu lakukan tersebut sebenarnya juga dilakukan oleh para orang tua yang lain. Mereka merasa anak sudah aman karena tidur di bangku yang sudah ada sabuk pengamanannya. Jadi, sudah bisa dipastikan bahwasannya ia tidak akan terlempar dari bangku walaupun pada suatu ketika mobil tiba-tiba harus dihentikan secara mendadak.

Namun, posisi tidur anak seperti itu ternyata tidak baik. Ini yang disampaikan oleh para ahli kesehatan anak. Tentu ibu harus tahu alasannya, kan?

Menurut Prof. Iley Browning, seorang peneliti paediatrics dari Texas A&M Health Science Centre College of Medicine, menidurkan akan di bangku khusus anak yang dipasang di mobil bisa membuat dada anak tertekan. Walhasil, kadar oksigen yang dihirup oleh si kecil cenderung hanya sedikit. Tentu ibu bisa bayangkan sendiri akibatnya, bukan?

Makanya, sering sekali anak sakit setelah pulang dari perjalanan jauh. Bisa saja hal tersebut karena kadar oksigennya sedikit lantaran terlalu sering tidur di dalam mobil. Ketika oksigen tidak bisa didapatkan dalam kadar yang cukup, hal tersebut menimbulkan masalah lain seperti aliran darah terganggu sehingga organ tubuh tidak bisa bekerja maksimal. Akibatnya, anak akan sakit.

Jadi, bukan berarti ibu sudah melakukan yang terbaik ketika ibu sudah membelikan bangku khusus untuk anak.

Saran Saat Ibu Ajak Anak Jalan-Jalan

Sekarang pertanyaannya adalah apa yang sebaiknya ibu lakukan. Posisi tidur anak tidur seperti apa yang seharusnya?

Jawabannya sederhana. Sebisa mungkin ibu harus membuat anak tidur layaknya ia tidur di atas tempat tidur. Artinya, ibu harus pastikan anak tidur dengan posisi terlentang.

Untuk itu, ada hal yang bisa ibu lakukan.

  1. Ibu Pindah Ke Bangku Belakang

Jika ibu bepergian dengan suami dan kebetulan suami yang mengendarai mobil sendiri, pastikan ibu pindah ke bangku belakang bersama sang buah hati. Buat si kecil tidur terlentang dengan cara menaruh kepalanya pada pangkuan sementara badan dan kakinya lurus di bangku. Posisi tidur anak seperti ini akan membuat si kecil nyaman sekaligus aman karena ibu terus menjaganya selama perjalanan.

  1. Menggunakan Car Bed

Ini hal lain yang juga bisa ibu coba. Selain membelikan bangku anak, ibu juga perlu mempertimbangkan untuk membeli car bed. Ini sejenis kasus yang bisa dilipat dan juga bisa diletakkan di dalam mobil. Saat anak mulai mengantuk, buka saja car bed tersebut sehingga anak bisa tidur layaknya ketika ia berada di rumah.

  1. Berhenti

Bagaimana pun juga, tubuh anak itu masih sangat rapuh. Ketika ibu ajak diperjalanan dan ia tidur, tubuhnya akan bergetar karena goncangan. Makanya, ibu bisa lihat saat anak sampai di rumah, ia merasa pegal-pegal. Ini juga kan yang ibu rasakan.

Oleh sebab itu, ada baiknya ibu berhenti dulu di rest area ketika anak tidur. Memang ini bukan pilihan yang tepat karena dengan berhenti terlebih dahulu perjalanan akan semakin lama. Akan tetapi, ini juga bisa menjadi pilihan yang bijak agar sembari anak tidur di rest area, ibu dan suami ibu bisa juga istirahat dan memesan makanan sehingga ketika anak bangun semuanya sudah segar dan siap melanjutkan perjalanan.

Jadi, sudah tahu kan posisi tidur anak itu seharusnya bagaimana ketika ia diajak melakukan perjalanan jauh?

Yang pasti, ibu harus siapkan bekal yang cukup. Bawa cemilan seperti roti, biskuit, atau wafer. Ini makanan yang akan membuat anak tidak merasa kelaparan. Dan ibu juga tidak boleh lupa untuk membawa susu Frisian Flag Jelajah. Ibu siapkan juga air panas dan air dingin agar ibu bisa membuatkan susu meskipun sedang di dalam mobil.

Ada hal lain juga yang perlu ibu ketahui ketika ibu membawa anak dalam perjalanan. Ibu bisa dapatkan tips bepergian dengan anak di www.ibudanbalita.com. Atau ibu bisa bisa ikut forum ibu dan balita karena di sana banyak hal yang dibahas oleh para orang tua yang memiliki anak balita.

Siapa saja ingin sekali mengajak anak jalan-jalan. Apalagi jika usianya sudah mencapai 2 tahun. Ini usia yang tepat untuk mengenalkan dunia luar. Ibu bisa mengajaknya ke Taman Pintar, pantai, tempat wisata alam, situs sejarah, dan tempat menarik lainnya. Ini bisa dijadikan sebagai ajang untuk belajar anak mengenal hal-hal lain yang sebelumnya ia belum ketahui. Atau mungkin saja kakek neneknya berada di kota yang berbeda? Maka tentu ibu ingin mendekatkan si kecil dengan kakek neneknya dengan cara mengajaknya mengunjungi rumah kakek nenek. Yang pasti, perhatikan posisi anak tidur saat di mobil.

 

Mengatur Rutinitas Bayi

3 Tipe Permainan Ini Bagus Untuk Perkembangan Motorik Anak

Banyak orang yang tidak sadar pentingnya memastikan perkembangan motorik anak baik. Kenapa demikian? Karena faktanya banyak dari mereka yang tidak memperhatikan hal tersebut. Mereka lebih memilih membelikan gadget untuk sang buah hati mereka daripada mengajak bermain petak umpet atau bermain bola di lapangan. Ini sudah bisa dijadikan indikasi tersendiri.

Tentu hal tersebut tidak lantas membuat permainan gadget itu tidak bagus untuk perkembangan motorik si kecil. Namun, harus dipahami bahwa dampak negatifnya lebih banyak daripada dampak positif. Karena game online di gadget, misalnya, anak cenderung pendiam dan tidak mau aktif. Bagaimana otot dan tulangnya berkembang maksimal jika ia jarang bergerak?

Alangkah lebih baik jika orang tua mengimbangi dengan mengajak anak melakukukan permainan berikut ini yang jelas bagus untuk tumbuh kembang motorik anak.

  1. Permainan Koordinasi

Apa gunanya permainan ini? Seharusnya pertanyaan ini yang harus ibu tanyakan setiap kali memilihkan permainan untuk sang buah hati. Sama halnya ketika ibu memilihkan permainan di gadget. Pasti ada alasannya kan entah itu untuk mengenalkan anak kepada warna, mengenalkan anak pada nama-nama sesuatu, dan lain sebagainya.

Lalu, apa bagusnya mengajak anak memainkan permainan koordinasi? Agar lebih jelas, coba ibu ingat kembali mengapa saat anak menginjak balita ketika ia mulai belajar berjalan ia sering terjatuh? Hal tersebut dikarenakan anak belum bisa menjaga keseimbangan tubuhnya. Ini juga yang disebut dengan koordinasi. Anak yang memiliki kemampuan koordinasi yang bagus tidak akan mudah jatuh.

Hal ini pula yang perlu dikuasai ketika anak belajar berlari, belajar naik sepeda, dan lain sebagainya. Selain itu, permainan ini secara tidak langsung juga bagus untuk perkembangan motorik anak. Maka dari itu, sejak kecil, ibu seharusnya membiasakan anak bermain permaian koordinasi. Contohnya saja ibu bisa mengajak anak bermain melompat seperti kelinci. Atau ibu mainkan musik dan ketika musik ibu hentikan, anak harus diam menjadi patung. Ini ide permainan koordinasi yang bisa ibu coba.

Agar ibu mendapatkan ide permainan lainnya, ibu bisa coba tanya kepada pakar perkembangan anak secara langsung. Silakan ibu manfaatkan fasilitas konsultasi online dengan pakar perkembangan anak di www.ibudanbalita.com.

  1. Game Ketrampilan Motorik Halus

Ibu sudah tahu kan perkembangan motorik anak itu dibagi menjadi dua? Jadi, ada dua jenis gerak motorik. Yang pertama adalah gerakan motorik halus. Ini merupakan gerakan yang menggunakan otot kecil saja seperti menulis, mengambil benda atau mainan, dan lain sebagainya. Sementara itu, yang satunya lagi adalah gerakan motorik kasar. Berkebalikan dengan yang pertama, yaitu gerakan yang ditunjang oleh otot besar seperti berjalan, melompat, dan berlari.

Permainan motorik halus contohnya adalah mengumpulkan kelerang. Untuk balita usia 1-3 tahun, ini permainan yang menyenangkan. Atau ibu bisa mengajarkan anak bermain congklak. Ini juga permainan yang bagus untuk mengembangkan gerakan motorik halus anak.

  1. Game Ketrampilan Motorik Otot Besar

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, gerakan motorik kasar menggunakan otot besar. Makanya disebut juga dengan perkembangan motorik otot besar.

Dalam hal ini, banyak sekali jenis permainan yang bisa ibu pilih. Contohnya saja bermain bola, menirukan jalannya bebek, melempar bola seperti bermain bola basket, dan lain sebagainya.

Dari tiga jenis permaian untuk perkembangan motorik anak tersebut di atas, kira-kira mana yang akan ibu pilihkan untuk si kecil?

Dalam memilih permainan, ibu harus pastikan permainan tersebut cocok untuk usia si kecil. Jadi, jangan buat anak bermain permainan yang seharusnya dimainkan oleh anak usia di atasnya. Tentu ia akan mengalami kesuitan.

Jadi, sudah jelaskan ada banyak pilihan permainan sederhana yang bisa dimainkan oleh si kecil demi optimalkan perkembangan motoriknya. Yang jelas, mulai sekarang, kurangi frekuensi anak memegang gadget. Berikan alternatif permainan yang membuatnya bergerak aktif. Ini jauh lebih baik, tidak hanya untuk fisik tapi juga mentalnya. Terlalu sering bermain gadget membuat anak sulit bersosialisasi dengan teman-teman lain. Ia lebih terbiasa berada di dunianya sendiri. Ia tidak terbiasa keluar rumah, berkenalan dengan orang lain, dan berkomunikasi dengan teman seusianya. Apakah ini yang ibu sebut perkembangan anak yang baik? Tentu saja tidak, kan?

Tentunya perkembangan anak tersebut juga dipengaruhi oleh nutrisi. Selain memilihkan permainan yang tepat, tetap saja ibu harus memastikan kebutuhan nutrisinya terpenuhi. Oleh sebab itu, pastikan si kecil terus mengkonsumsi makanan bergizi dan minum susu balita terbaik. Ibu bisa pilihkan susu Frisian Flag Jelajah untuk memastikan perkembangan anak optimal karena kandungan nutrisi di dalam susu tersebut lengkap dan seimbang.

Selain itu, perlu juga bagi ibu untuk belajar tentang parenting. Ini adalah ilmu tentang bagaimana mendidik dan membesarkan anak. Asalkan ibu tahu, cara membesarkan anak itu tidak mudah lho. Ibu harus tahu ilmu tentang psikologi anak. Untuk itu, sangat tepat jika ibu ikuti update informasi terbaru di situs Ibu dan Balita. Di sana, ibu bisa belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik, yaitu orang tua yang tahu bagaimana mendidik dan membesarkan anak. Ibu akan tahu bagaimana mendapatkan dan mengoptimalkan bakat serta potensi anak. Bukankah ini yang ibu inginkan?

Jelas sekali menjadi orang tua itu tidak mudah. Ibu harus belajar dan terus belajar bagaimana cara mendidik anak, mulai dari mengembangkan otak yang bersifat mental hingga mengoptimalkan perkembangan motorik anak yang bersifat fisik.