4 Manfaat Permainan untuk Balita

Permainan untuk balita hanya buang-buang waktu? Tunggu dulu! Simak manfaat sesi bermain balita berikut ini sebelum memutuskan:

  1. Kemampuan komunikasi membaik

Manusia adalah mahluk sosial, gagasan aristoles ini telah digaungkan hingga sekarang meski telah bertahun-tahun usianya, dan memang benar demikian. Tanpa bantuan orang lain, tidak hanya rasa psikologis yang tertekan namun juga kemudahan memperoleh tujuan akan semakin sulit. Tuhan membuat manusia bekerja dengan cara yang unik dimana tidak ada satupun orang yang memiliki segalanya namun setiap individu atau seseorang memiliki kelebihan dan kekurangan.

Manusia superior hanya ada di buku komik, bahkan orang sukses dan terkaya sekalipun masih membutuhkan manusia lain untuk melengkapi hidup. Tak ayal lagi, anak harus bisa bersosialisasi dengan baik.

Kemampuan berbicara memang bisa dilatih, tapi layaknya senjata, bagaimana anak menggunakan kemampuan berbicara akan sangat menentukan bagaimana keberlangsungan hidup ketika ia tumbuh dewasa. Lewat permainan, terlebih permainan berkelompok, akan sangat membantu anak belajar bagaimana seharusnya berkomunikasi dengan orang lain.

Bermain bola atau boneka saja sangat membutuhkan kerja sama dan kemampuan organisir yang cukup tinggi. Tentu saja anak melatih diri sendiri untuk berbicara pada orang dengan jumlah yang tidak sedikit. Bahkan, orang tua bisa menyetel kemungkinan terjadi masalah yang cukup rumit. Misalkan saja sembunyikan mainan balita sehingga dirinya akan berdiskusi sesuai bahasa usianya supaya semua orang bermain.

Jangan remehkan masa kecil, walau terdengar sepele, “ah masih balita”.  Dengan dorongan bermain bersama bukan hanya anak akan punya pengalaman bagaimana selamat dalam mengatasi tipe orang berbeda dalam satu grup, tapi kecerdasan bisa diuji. Penelitian terkini menunjukkan anak dengan kecerdasan di atas rata-rata akan mampu memimpin meski di usia yang sangat belia.

  1. Kemungkinan sukses dari segi akademis meninggi

Banyak orang sukses jaman dahulu, padahal bermodal  fasilitas minim atau terbatas. Bayangkan saja, di daerah, kampung, dimana buku belum ditemukan, siswa sekolah tidak memiliki sarana mencatat terlebih menyontek. Papan tulis dan kapur hanya satu – satunya senjata yang dimiliki anak di sekolah, belum lagi hanya bisa bertahan beberapa saat dan musti dihapus setiap ganti kelas.

Bayangkan saja bagaimana cara anak jaman dahulu menghadapi ujian, tapi tetap saja ada jenius seperti B . J . Habibie tetap lahir, atau pahlawan seperti Soekarno hatta.

Sebenarnya manfaat mengajak balita bermain bersama justru menjadi kuncinya. Secara tidak langsung, balita sebetulnya banyak melatih otak lewat permainan yang ia sukai. Permainan sederhana seperti kejar-kejaran walau hanya lima belas menit telah mendorong jumlah oksigen ke otak.

Ditambah lagi ada salah satu penelitian menunjukkan bahwa semakin anak banyak bergerak, maka kemampuan mengingatnya pun bertambah. Darah mengalir lebih cepat ke kepala ketika anak aktif menggunakan tubuh, sehingga kinerja pikiran meningkat. Usia balita tidak sepantasnya menjadi alasan untuk duduk manis saja di dalam kamar. Dorong si kecil untuk kerap bermain bersama meski hanya sebentar.

  1. Meningkatnya taraf kesehatan

Sangat wajar orang tua meminta anak untuk diam di rumah saja. Salah satu alasan yang kerap dilontarkan adalah cari aman, terlebih jika lingkungan rawan kriminalitas. Minta anak untuk tinggal di rumah memang seolah menjadi solusi super tepat. Padahal dengan mengurung anak di dalam rumah dengan beragam gadget untuk memuaskan rasa bosan hanya membuat anak melewatkan kegiatan bermanfaat seperti terlibat permainan anak.

Tahukah bunda ayah, membiarkan anak bermain atau minimal jalan bersama di luar rumah akan memperpanjang usia anak.

Semakin sering orang duduk, justru mengurangi jumlah umur orang tersebut. Karena terlalu lama tubuh diam, maka semakin besar penurunan kesehatan. Hal ini menjelaskan mengapa pusat kebugaran kerap tanyakan seberapa lama seseorang diam duduk di kantor.

Biarkan saja balita bermain susun balok atau ‘cocok tanam’ abal-abal, pokoknya minimal di halaman rumah. Jangan sampai ayah bunda terlalu mengekang balita dalam rumah hingga tidak mengenal hangatnya sinar sang surya . Apabila orang tua memang khawatir dengan keselamatan balita namun tidak punya banyak waktu luang, minta pada orang terpercaya untuk mengawasi si kecil.

  1. Kebahagiaan meningkat

Tujuan dari permainan pada dasarnya adalah rasa senang. Tidak heran bila salah satu manfaat bermain berupa kebahagiaan.

Mari dipahami dulu apa itu kebahagiaan secara ilmiah. Rasa senang, tawa, dan beragam rasa yang disukai manusia berasal dari zat endorphin. Ketika senyawa endorphin dilepaskan maka semakin besar pula kebahagiaan yang dirasakan. Endorphin bukan satu-satunya senyawa yang terlepas namun juga terdapat senyawa adrenalin.

Keberanian tidak bisa dikeluarkan bila tidak ada adrenalin, dan dorongan energi melimpah sebetulnya dihasilkan dari adrenalin. Tentu menjelaskan bukan, kenapa balita tidak mudah capek serta tahan lama ketika bermain. Kendati demikian, rasa bahagia bisa mengarahkan anak ke banyak tempat. Peningkatan di sekolah, harmonisasi di keluarga, semua memerlukan emosi yang stabil.

Jangan sampai orang tua remehkan faktor kebahagiaan. Kebalikannya rasa sedih makin membuat seseorang turun dan tidak bisa beraktivitas optimal. Orang dewasa saja membutuhkan waktu untuk memulihkan mood supaya bisa bekerja dengan baik, anak kecil pun sama. Terlepas dari tanggung jawab yang dipunyai seseorang, semua manusia memerlukan kebahagiaan.

Bermain merupakan salah satu jalan menuju kebahagiaan yang harus dipegang oleh semua orang, dari berbagai umur, dan tempat tinggal. Bahkan, dengan sering adakan permainan untuk balita, akan menimbulkan masa kecil bahagia yang berguna untuk masa depannya.(HN)