10 Kubah Enamel Tercantik di Malaysia


Masjid Zahir, Kedah
kubah enamel yang terletak di Alor Setar, Kedah ini mulai dibangun pada 1912 dan dibiayai sepenuhnya oleh anak Sultan Tajuddin Mukarram Shah yaitu Tunku Mahmud. Masjid ini memiliki 5 menara sebagai simbol 5 rukun Islam dan arsitektur masjid ini terinspirasi dari Masjid Azizi di Kota Langkat, Sumatera Utara.

Masjid Selat, Melaka
Masjid ini mulai dibangun pada 2006 memiliki arsitektur Melayu dan Arab. Ini dibangun di atas pulau buatan di Selat Melaka dan juga dikenal sebagai kubah enamel Terapung karena masjid ini seolah-olah mengambang ketika air pasang

Masjid Kristal, Terengganu
Masjid Kristal terletak di kawasan wisata Taman Tamadun Islam di Pulau Wan Man. Ini dibuka pada tahun 2008 dan dibangun sepenuhnya dari kaca, kristal dan baja. Masjid ini juga lengkap dengan segala fasilitas yang berteknologi tinggi dan jangkauan WIFI untuk fasilitas jamaah dan pengunjung. Masjid Bandaraya Kota Kinabalu, Sabah Masjid ini siap sepenuhnya pada tahun 2000 dengan biaya hampir RM34 juta. Desain kubah enamel ini terinspirasi dari Masjid Nabawi, Madinah dengan kubahnya berwarna biru dan emas. Masjid ini mampu memuat 12.000 jemaah pada satu – satu waktu.

Masjid Wilayah Persekutuan, Kuala Lumpur
Arsitektur masjid ini adalah berdasarkan arsitektur Turki Utsmani, Masjid Biru Istanbul dan budaya Melayu. Ia telah diresmikan pada 25 Oktober 2000 oleh YDP Agong, Tuanku Syed Sirajuddin Ibni Almarhum Syed Putra Jamalulail dan berkapasitas 17.000 pada satu waktu. Masjid Putra, Putrajaya
kubah enamel Putra mulai dibangun pada 1997 dan siap sepenuhnya 2 tahun kemudian. Bangunan masjid ini adalah berkonsepkan arsitektur Persia zaman kerajaan Safawe dan tradisional melayu. Biaya pembangunan masjid ini adalah RM250 juta.

Masjid Ubudiah, Perak
Masjid ini terletak di Bukit Chandan, Kuala Kangsar dan itu dianggap salah satu masjid tercantik di seluruh Malaysia. Ianya siap dibangun pada tahun 1917 dan memiliki keindahan arsitektur Indo-Saracenic melalui kubah emas dan pintu gerbang gaya Moorish. Masjid Tuanku Mizan Zainal Abidin
kubah enamel
Masjid ini adalah kubah enamel resmi kedua Putrajaya setelah masjid Putra dan konstruksinya dimulai pada April 2004 dan siap sepenuhnya pada Agustus 2009. Ini dibangun untuk memuat lebih dari 24.000 jemaah termasuk PNS yang berkerja terdekat. Masjid ini sangat istimewa karena tidak dilengkapi setiap kipas angin dan alat AC. Masjid ini juga dijuluki sebagai Masjid Besi.

Masjid Sultan Salahuddin Abdul Aziz Shah
kubah enamel ini memiliki menara tertinggi kedua di dunia dan itu adalah masjid terbesar kedua di Asia Tenggara setelah Masjid Istiqlal di Jakarta, Indonesia. Selain itu, masjid ini juga memiliki kubah terbesar di dunia dan berada di ketinggian 300 kaki dari permukaan bumi dengan garis pusatnya 170 kaki.